Categories
6. HIMAFI Departemen Minbak

SEMINAR DAN WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN : “GET READY TO START YOUR EXPERIENCE BE A SMART AND CREATIVE MILLENIAL ENTREPRENEUR”

SEMINAR DAN WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN : “GET READY TO START YOUR EXPERIENCE BE A SMART AND CREATIVE MILLENIAL ENTREPRENEUR”

Dep. Minat dan Bakat | Kamis, 23 September 2021

Departemen Minat dan Bakat Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) menyelenggarakan program kerja Seminar dan Workshop Kewirausahaan dengan tema “Get Ready To Start Your Experience Be A Smart and Creative Millenial Entrepreneur”. Program kerja ini terbagi menjadi dua sesi yaitu seminar dan workshop. Workshop  dilaksanakan pada tanggal 19-23 September 2021. Peserta dibagi menjadi 12 kelompok untuk membuat mind map tentang rancangan usaha yang didampingi oleh 1 mentor disetiap kelompok.

Seminar dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 September 2021 dari pukul 08.30 WIB s/d 12.00 WIB. Acara ini mengundang Kak Andri Kurniawan sebagai pemateri. Kak Andri Kurniawan merupakan mahasiswa aktif program studi Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan owner dari UwU Industries 3D Printing.

Acara dimulai pada pukul 08.31 diawali pengan pembukaan yang disampaikan oleh Dian Novitasari selaku Master of Ceremony (MC) kemudian dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Ahlan Maulidi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dian Novitasarai. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Farah Aliya selaku Ketua Pelaksana, selanjutnya sambutan dari Arjuna Satria Mandala selaku Ketua Himpunan Fisika dan sambutan dari Ibu Tati Zera, M.Si selaku Ketua Program Studi Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Memasuki acara inti yaitu penyampaian materi yang dimoderatori oleh Tasya Mutiara Dewi. Materi disampaikan oleh Kak Andri Kurniawan dengan judul “How To Be an Entrepreneur”. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kak Andri menjelaskan bagaimana langkah-langkah menjadi wirausahawan dan menceritakan pengalamannya saat merintis usaha yang dimiliknya. 

Menurutnya ada 4 langkah untuk menjadi wirausahawan. Pertama ialah knowledge, kita harus tahu betul apa yang kita jual dan melakukan riset tentang  usaha kita. Yang kedua yaitu experience, membuktikan pengetahuan yang kita ketahui sesuai dengan kenyataan yang ada dan mencoba agar usaha kita lebih efektif. Yang ketiga ialah preparation, menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan seperti modal, space, waktu, dan lain lain. Yang terakhir ialah execution, yaitu mulai merintis usaha dengan pengetahuan, pengalaman, dan persiapan yang kita punya dan terus belajar dari pengalaman. Menurut Ka Andri bukan “apa yang membedakan usaha kita dengan dengan usaha sebelah” melainkan “apa kelebihan usaha kita dengan usaha sebelah”. Tidak mengapa usaha kita sama dengan usaha lain, tetapi usaha kita harus memiliki kelebihan yang membuat pelanggan betah dan tidak memilih usaha lain.



 

Setelah materi telah tersampaikan, selanjutnya ada penyerahan sertifikat untuk Tasya Mutiara Dewi selaku moderator dan penyerahan sertifikan untuk Kak Andri Kurniawan selaku pemateri yang diserahkan oleh Farah Aliya selaku Ketua Pelaksana. Setelah penyerahan sertifikat, selanjutnya sesi Ice Breaking yaitu diadakan quiz berhadiah dengan memakai aplikasi quizizz yang dipandu oleh MC.

 

Setelah sesi ice breaking selesai, kemudian dilanjut dengan penampilan tugas mind map hasil dari workshop yang kemudian dikomentari oleh Juri dan selanjutnya mengumumkan pemenang mind map terbaik. Kemudian acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan dilanjut dengan pembacaan doa penutup oleh Muhammad Ahlan Maulidi. 



Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

KAMUS 2: “Being a Wonderful of Muslimah”

KAMUS 2: “Being a Wonderful of Muslimah”

Dep. Sosial dan Rohani | Minggu, 3 Oktober 2021

Departemen Sosial dan Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Jakarta bekerja sama dengan Divisi Keputrian LDKS FST menyelenggarakan  Kajian Muslimah dengan tema, ” Being a Wonderful of Muslimah” pada Minggu, 03 Oktober  2021 sejak pukul 10.10 WIB s/d 12.00 WIB. Adapun narasumber kegiatan ini yaitu Kak Nurazizah  Trijayanti yang merupakan seorang Mahasiswi semester 7 di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta  Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kak Nurazizah Trijayanti juga seorang Penulis Buku  Antologi dan sering menjadi narasumber di berbagai kegiatan.

Kegiatan ini dimulai pukul 10.10 WIB yang diawali dengan pembukaan yang disampaikan  oleh Tasya Mutiara Dewi selaku Master of Ceremony (MC) dan kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Deti Kurniasari. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan sambutan yang disampaikan oleh Ani Rosidah selaku Ketua Keputrian LDKS FST, Annisa  Salsabila selaku Ketua Departemen Sosial dan Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI). 

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir pada acara ini. Kemudian, sebelum memasuki acara inti, dibacakan CV dari pemateri terlebih dahulu yang disampaikan oleh MC. Memasuki acara selanjutnya, yaitu penyampaian materi yang dibawakan oleh Kak Nur Azizah Trijayanti dengan tema “Being a Wonderful of Muslimah”, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kak Nur Azizah Trijayanti menjelaskan mengenai keutamaan seorang muslimah beserta hadits-haditsnya, serta memberikan contoh beberapa muslimah yang mendunia. Ia juga memaparkan alasan mengapa seorang muslimah harus menjadi wonderful of muslimah dan tantangan untuk menjadi  wonderful of muslimah. 

Setelah semua materi “Wonderful of Muslimah” tersampaikan dan sesi tanya jawab selesai, acara selanjutnya adalah penyerahan sertifikat secara simbolis dari panitia kepada pemateri. Setelah sesi penyerahan sertifikat, dilanjut dengan sesi pembacaan doa oleh Devina Fitriana, kemudian acara Kajian Muslimah ditutup oleh MC

Muslimah adalah insan yang mulia; saat iman menjadi lentera dan Islam menjadi jalan hidupnya. Karena wanita shalihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Sebab, wanita mulia berpeluang besar masuk surga lewat pintu mana saja; menjadi ibu, tiga derajat lebih tinggi daripada ayah, juga kedudukannya lebih baik daripada bidadari surga.

Departemen Sosro


Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

TARA HIMAFI x SEGI

TARA HIMAFI x SEGI

Dep. Sosial dan Rohani | 20 Oktober 2021

TARA HIMAFI merupakan kegiatan program kerja HIMAFI yang berkolaborasi dengan salah satu komunitas berbagi yaitu “Semangat Berbagi” dimana kegiatan ini berupa memberikan paket takjil Ramadhan kepada para pekerja jalan, seniman jalan, ojek online serta masyarakat yang sekiranya membutuhkan. Kegiatan ini mampu menyalurkan sebanyak 72 paket takjil di 4 titik berbeda yaitu:

  • BMKG-Rempoa
  • Pasar Ciputat
  • Kampus 2 UIN Jakarta
  • Kampung Utan, Ciputat

#TARAxSEGI

#BUKAMATATANGGAPREALITA

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

KAMUS 1: “ Antara Aku, Kamu, dan Allah”

KAMUS 1: “Antara Aku, Kamu, dan Allah”

Dep. Sosial dan Rohani | Sabtu, 29 Mei 2021

Departemen Sosial dan Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Jakarta menyelenggarakan Kajian Muslimah dengan tema, ” Antara Aku, Kamu,  dan Allah” pada Sabtu, 29 Mei 2021 sejak pukul 08.30 WIB s/d 12.00 WIB. Adapun narasumber  kegiatan ini yaitu Kak Nadhira Arini yang merupakan seorang Penulis Buku dan Influencer yang  juga sering menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan. Kak Nadhira Arini juga sering berperan  menjadi Volunteer di berbagai negara untuk membantu saudara muslim lainnya. 

Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB yang diawali dengan pembukaan yang disampaikan  oleh Jilil Qur’ani Syarifuddin selaku Master of Ceremony (MC) dan kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Devina Fitriana. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia  Raya dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Listiana  Lestari selaku Ketua Pelaksana, Arjuna Satria Mandala selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI), serta Ibu Tati Zera, M.Si. selaku Ketua Program Studi Fisika Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB yang diawali dengan pembukaan yang disampaikan  oleh Jilil Qur’ani Syarifuddin selaku Master of Ceremony (MC) dan kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Devina Fitriana. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia  Raya dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Listiana  Lestari selaku Ketua Pelaksana, Arjuna Satria Mandala selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI), serta Ibu Tati Zera, M.Si. selaku Ketua Program Studi Fisika Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebelum memasuki kegiatan inti, terlebih dahulu yaitu pembacaan Curiculum Vitae moderator yang disampaikan oleh MC dan selanjutnya pembacaan Curiculum Vitae narasumber yang disampaikan oleh moderator. Penyampaian materi disampaikan oleh Kak Nadhira Arini  dengan tema, “ Antara Aku, Kamu, dan Allah”. Kak Nadhira Arini menjelaskan apa yang harus  dilakukan ketika sedang jatuh cinta serta menjelaskan hal apa saja yang membuat susah move on atau melupakan seseorang yang belum ditakdirkan untuk kita. Kak Nadhira Arini juga menjelaskan  lebih dalam mengenai ta’aruf seperti mengapa harus ta’aruf, hal-hal apa yang harus dipersiapkan diri sendiri dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang harus diajukan kepada partner ta’aruf. Lalu  Kak nadhira Arini juga menjelaskan makna yang sebenarnya dari kata Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.

Setelah materi telah tersampaikan dan sesi tanya jawab telah selesai, acara selanjutnya yaitu penyerahan sertifikat secara simbolis kepada pemateri dan moderator kemudian ditutup  dengan pembacaan doa oleh Tasya Mutiara Dewi, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir pada acara ini.

Jatuh cinta adalah salah satu anugerah dari Allah, namun tugas kita ketika sedang jatuh cinta adalah, bagaimana cara mengelola perasaan cinta tersebut agar tetap sesuai dengan syariat Allah. Obat ketika jatuh cinta adalah menikah, menikah jika sudah siap secara fisik, mental, dan finansial. Apabila jatuh cinta namun belum siap menikah, maka lupakan. Sesuatu yang membuat sulit ketika move on adalah salah menemukan fokus dan fokusnya bukan ke Allah.

Departemen Sosro






Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

SIGMA 2021

SIGMA 2021

Dep. Sosial dan Rohani | Senin, 29 Maret 2021

Sunnah itu Ghirohnya Mahasiswa Fisika (SIGMA) merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam satu periode kepengurusan. SIGMA ditujukan kepada mahasiswa/i program studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak bulan Maret sampai dengan bulan September 2021.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut berupa reminder pelaksanaan amalan sunnah yang dilakukan secara rutin yang diawali dan diakhiri dengan kegiatan inti berupa webinar yang berisi khataman Al-Qur’an Juz 30, pembacaan Al-Matsurat, dan kajian yang diisi oleh seorang narasumber ahli menurut perspektif dan keilmuannya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memperkenalkan amalan sunnah khususnya kepada mahasiswa/i program studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

SIGMA ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang dimulai pada tanggal 29 Maret s/d bulan September 2021. Sepanjang menuju kegiatan inti yang ke-2 yaitu pada bulan September 2021, peserta SIGMA diberikan reminder amalan sunnah dan laporan pelaksanaan amalan melalui form kejujuran. Hal tersebut guna fastabiqul khoirat dalam kebaikan. 

Kegiatan inti SIGMA pertama yang diselenggarakan pada Senin, 29 Maret 2021 mengangkat tema “Millenial Gaul Berakhlak Rasulullah SAW”. Dimana tema tersebut terinspirasi agar di tengah era digital seperti sekarang ini kita masih bisa eksis namun tetap dalam frame syariat. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings dengan narasumber ahli yaitu Kak M. Rofiq Nawawi, S.Pd.

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

SIGMA 2 : “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an”

SIGMA 2 : “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an” 

Dep. Sosial dan Rohani | Selasa, 21 September 2021

Departemen Sosial Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) menyelenggarakan  webinar keislaman dengan tema “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an” pada hari Selasa, 21  September 2021 dari pukul 15.40 WIB s/d 17.55 WIB. Acara ini mengundang Ustaz  Muhammad Luthfi, Lc. sebagai pemateri. Ustaz Muhammad Luthfi, Lc merupakan Mudir Pesanten Tahfizh Darul Hikmah. Beliau juga merupakan Wakil Ketua Musyrifin RQ Semesta dan sudah hafal Al-Qur’an 30 Juz serta bersanad. 

Acara dimulai pukul 15.40 WIB diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Listiana Lestari selaku Master of Ceremony (MC), kemudian pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Faris Fawwaz Subekti. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Andika Dwi Putra Pratama selaku wakil ketua Himpunan Mahasiswa Fisika, dan sambutan dari Devina Fitriana selaku Ketua Acara SIGMA. Setelah sambutan-sambutan, dilanjut dengan khataman Al-Qur’an 30 juz yang dipimpin oleh Faris Fawwaz Subekti. Setelah itu, pembacaan Al Ma’tsurat yang dipimpin oleh Tasya Mutiara Dewi.

Memasuki inti acara, yaitu penyampaian materi yang dimoderatori oleh Dhoni Ikhsan Widodo. Materi disampaikan oleh Ustaz Muhammad Luthfi dengan tema “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an” yang langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ustaz Muhammad Luthfi, Lc, menjelaskan mengenai pentingnya Al-Qur’an bagi kehidupan kita. Dan beliau  menegaskan apapun profesi kita, kesibukan kita, jangan sampai melupakan Al-Qur’an, selalu libatkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur’an  maka akan menjadi mulia. Beliau juga menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat mulia bahkan dibanding amalan zikir dan doa sehabis shalat. Al-Qur’an lebih utama daripada zikir tasbih dan takbir. Padahal kita ketahui bahwa keutamaan tasbih dan takbir sudah sangat mulia.

Ustaz Muhammad Luthfi juga memberikan reminder kepada audiens, jangan sampai  menghafal Al-Qur’an dengan niat yang salah, yakni bukan karena Allah. Dan perlu diingat  bahwa menghafal Al-Qur’an itu fardu kifayah dan menjaganya adalah sebuah kewajiban yang  dilakukan seumur hidup sampai ajal menjemput. Jadi, jangan sampai kita melupakan hafalan Al-Qur’an kita dan sembari menambahnya. Namun, jangan sampai kita tidak mau untuk menambah hafalan kita, karena takut akan dosa-dosa karena melupakannya. 

Setelah semua materi telah tersampaikan, acara dilanjut dengan penyerahan sertifikat  secara simbolis kepada pemateri dan moderator dan setelah itu, melakukan sesi foto bersama  pemateri dengan seluruh peserta yang hadir pada acara ini sebagai dokumentasi. Kemudian, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Reza Rahmansyah. 

Jangan sampai kita melupakan ataupun menghiraukan Al-Qur’an yang merupakan  pondasi hidup dan hal terpenting bagi Umat Islam dan perlu digarisbawahi bahwa semua orang dengan profesi apapun, latar belakang apapun dapat menjadi Ahli Qur’an, asalkan memiliki semangat dan kemauan yang kuat.




“Saat Anda bersama Al-Qur’an, disitulah Anda berada di atas kebenaran”.

Ustaz Muhammad Luthfi
Categories
Seminar

Diskusi Bulanan: Common Mistakes in Writing for Reputable Journals

Diskusi Bulanan: Common Mistakes in Writing for Reputable Journals

Biaunik Niski Kumila, M.S. | 15 Oktober 2021

Prodi Fisika kembali mengadakan diskusi bulanan online pada hari Rabu, 13 Oktober 2021 dengan tema “Common Mistakes in writing for Reputable Journal” Acara dibuka oleh MC dilanjutkan sambutan Kaprodi Fisika Ibu Tati Zera. Dalam sambutannya Kaprodi Fisika sangat mendukung kegiatan diskusi dosen dan kegiatan serupa untuk mendorong peningkatan kualitas civitas akdemik Prodi Fisika terutama dalam hal literasi ilmiah.

Kegiatan diskusi dipandu oleh moderator dengan narasumber Ibu Dr. Sitti Ahmiatri Saptari, M.Si , dosen program studi Fisika FST UIN Syarif Hidayatullah. Beliau menjelaskan struktur penulisan yang umum digunakan oleh jurnal-jurnal bereputasi yaitu struktur IMRaD (Introduction, Methods, Rusult and Discussion). Beliau juga menjelaskan konten, karakteristik dan kelayakan tiap unsur penulisan mulai dari abstrak, pendahuluan (introduction), metode (methods), hasil (result), pembahasan (discussion) dan kesilmpulan (conclusion).

Dalam materinya, narasumber memberikan contoh-contoh kesalahan umum yang dilakukan penulis dalam penulisaannya di jurnal bereputasi. Salah satunya adalah penulis sering tidak menyatakan gap analysis yang bisa berupa keterbaruan (novelty), orisinalitas dan/atau perbedaan dari penelitian-penelitian sebelumnya. Sedangkan dalam judul, penulisan singkatan harus dihindari kecuali istilah singkatan yang umum dipahami, seperti DNA, XRD, dan lain-lain. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa konten/struktur penulisan abstrak harus jelas dan bisa dipahami jika terpisah dari struktur lainnya.  

Untuk selanjutnya prodi Fisika berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan serupa untuk meningkatkan kualitas seluruh civitas akademik terutama di wilayah Prodi Fisika. (bia)

Berita lainnya

Categories
6. HIMAFI Departemen Kominfo

Bisnis Startup dan Perkembangannya di Indonesia

Bisnis Startup dan Perkembangannya di Indonesia

Dhika Faiz Fadrian | 10 Oktober 2021

Startup adalah sebuah perusahaan yang berjalan dibawah 5 tahun alias perusahaan yang baru saja dirintis. Menurut Wikepedia,startup adalah perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat

Oleh karena itu startup serimg disebut sebagai perusahaan rintisan.karena seperti yang disebutkan di atas perusahaan ini merupakan perusahaan yang baru berdiri dan masih mencai pasar tapi di sekitar tahun 2000-an ketika internet mulai berkembang dan industry ‘dot-com’ mulai popular istilah startup mulai agak bergeser yang awalnya starup merupakan istilah semua bisnis yang baru dimulai di era sekarang startup identik dengan industri digital untuk menjalankan core business-nya dan memcahkan sebuah masalah di masyarakat

Apa sih industri digital itu? menurut Wilson Cuaca Co-founder dan managing partner, East Ventures yakni sebuah investor startup tahap awal mengatakan bahwa industry digital adalah perekonomian yang berbasis penguasaan teknologi dan pengetahuan (knowledge based economy) bukan bertumpu pada penguasaan asset.

Juga dijelaskan oleh dia Indonesia merupaka pasar digital terbesar di asia tenggara, berkontribusi terhadap 40% dari ekonomi internet di regional dalam menarik uang investor, Indonesia menempati peringkat ke dua setelah singapura dan juga masalah-masalah yang ada di Indonesia bisa menimbulkan banyak inovasi di zaman digital ini.

Di dalam membuat suatu startup ini kita harus tau apa sih poin-poin penting dalam membangun suatu startup menurut Candra Adi putra di dalam blognya menulis bahwa ada 2 poin penting dalam pembangunan suatu startup:

1. Ide atau produk

Tentu saja dalam membangun startup dibutuhkan ide yang menarik atas masalah-masalah di Indonesia bahkan dunia dibutuhkan sebua ide yang original yang dimaksud original disini bukan berarti yang pertama mempunyai ide itu ya.pemikir original dalam buku “Originals” yang ditulis oleh Adam grant bahwa salah satu cara untuk menemukan ide yang orisinil adalah terus mencoba dan tidak apa-apa jika engkau mendapatkan ide yang buruk sampai akhirnya engkau mendapatkan ide yang baik dari ide-ide yang buruk itu kita bisa melihat contoh tersebut pada seorang Thomas alva Edison yang menemukan bola lampu melalui banyak ide-ide yang buruk salah satunya dia membuat boneka yang bisa berbicara agak lucu sih tapi akhirnya dia bisa membuat salah satu inovasi terbaik di abad 20 yaitu bola pijar

2. Kolaborasi

Di membangun startup sendiri tentu saja kita harus mempunyai jiwa kolaborasi antar sesama kita harus bekerjasama mungkin ada yang pintar dalam membangun relasi antar sesama ada yang pandai dalam marketing ke investor-investor dan mungkin ada juga yang mahir dalam urusan digital baik itu membuat website atau aplikasi.Kolaborasi merupakan energi dalam semua bisnis.Bisnis akan semakin kuat ketika suatu perusahaan mampu mengembangkan system kolaborasi baru yang membuka jalan untuk sebuah inovasi.

Jadi kesimpulan pribadi yang saya bisa ambil startup merupakan perusahaan rintisan bersama yang baru didirikan untuk mengatasi masalah-masalah masyarakat baik melalui teknologi ataupun dengan cara-cara inovatif yang lain, yang dibutuhkan dalam membangun startup yang penting adalah ketekunan seseorang, kemauan dan kolaborasi di semua lini baik pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat dan kita sendiri sebagai masyarakat yang merasakan.

Perkembangan STARTUP di Indonesia

Jika dipikir-pikir perkembangan startup di Indonesia bisa kita bandingkan dengan adaptasi penduduk Indonesia dengan aplikasi mobile sebuah riset yang dibuat East Ventures menunjukkan ada 140 juta penambahan pengguna internet di Indonesia tahun 2009-2019 hal ini bisa tentu saja menunjukkan perkembangan digitalisasi yang akhirnya membentuk startup-startup yang bisa membantu masalah-masalah masyarakat yang dulunya Cuma harapan sekarang bisa berubah menjadi kenyataan yang menyenangkan semua pihak

Tapi tentu saja disetiap sisi baik perubahan digitalisasi ini terdapat sisi-negatif Ini terlihat dari banyaknya perusahaan retail yang menutup gerainya, perusahaan taksi yang mengurangi jumlah armada secara signifikan, serta perbankan yang menutup sebagian kantor cabang. Mereka harus menghadapi persaingan ketat dengan para pemain digital, seperti e-commerce, transportasi online dan financial technology. Dampak negatif ini juga dirasakan oleh para pekerja yang tidak atau kurang terampil. Di daerah-daerah dengan daya saing digital yang cukup tinggi, porsi pekerja rentan digitalisasi mengalami penurunan. DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sebagai daerah yang masuk dalam 5 besar dengan daya saing digital tertinggi, mengalami penurunan porsi pekerja rentan yang tertinggi.

Salah satu hal yang menyebabkan hal ini salah satunya adalah tak seimbangnya keterampilan sumber daya manusia. Sayangnya, perkembangan pesat ekonomi digital tersebut tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Keterbatasan tim SDM yang terampil menjadi hambatan terbesar bagi inovasi digital. Contohnya di industri jasa finansial, SDM dengan keterampilan digital sekaligus memiliki keterampilan utama, jumlahnya sedikit di pasar industri finansial dan tenaga kerja.
Hasil studi PwC, “Fit to Compete” yang dirilis pada Oktober 2019 menunjukkan 80% pemimpin industri finansial khawatir kurangnya keterampilan akan menghambat pertumbuhan. Sedangkan, 54% kepala eksekutif industri finansial mengatakan bahwa kurangnya keterampilan menghambat kemampuan perusahaan untuk berinovasi dengan efektif.

Menurut kajian tersebut,keterampilan teknis,kemahiran analis data dan pemikiran desain yang dibutuhkan perusahaan industry finansial,semuanya membutuhkan orang-orang dengan keterampilan tinggi.memiliki tenaga kerja yang terampil dan mahir digital sangat dibutuhkan untuk keberhasilan strategi digital institusi keuangan yang lebih luas

Studi McKinsey Global Institute pada Januari 2017 berjudul “Jobs Lost, Jobs Gained: Workforce Transitions in a Time of Automation” juga menyebutkan bahwa perkembangan teknologi digital menuju revolusi industri 4.0 akan berdampak pula terhadap pergeseran jenis tenaga kerja. Sekitar 400 juta – 800 juta orang kemungkinan bakal digantikan mesin dan harus mencari pekerjaan baru pada 2030 di seluruh dunia.

Yang paling rentan terotomatisasi adalah pekerjaan-pekerjaan yang lebih banyak melibatkan kekuatan fisik seperti operator mesin. Tren global menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pekerjaan akan mengadopsi sistem otomatisasi dan 30 persen akan menggunakan mesin berteknologi tinggi. Namun, sebaliknya, teknologi digital akan menciptakan pekerjaan baru dan mayoritas berada di sektor jasa. Sektor jasa akan mengalami pertumbuhan tinggi sejalan dengan perkembangan teknologi digital dan membutuhkan tenaga kerja yang middle higher skilled.

Sebenarnya pemerintah suah mempunyai program-program untuk membangun SDM unggul salah satunya menurut presiden Joko Widodo dalam artikel bali express adalah pentingnya sekolah vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang handal,terampil dan siap kerja dan melek teknologi
Di dalam artikel tersebut juga Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadian mengatakan, Jokowi menginginkan agar Indonesia memiliki SDM terutama generasi muda yang kompetitif dalam rangka memasuki era revolusi industri 4.0 dan society 4.0.

Oleh karena itu pengembangan SDM lebih menekankan profesional, aspek inovasi, aspek vokasi dan aspek jaringan serta capacity building karena semua itu akan mengarah pada visi Indonesia Emas 2045.Trubus mengatakan, apa yang dilakukan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebenarnya bukanlah hal baru terkait dengan pembangunan SDM. Hanya saja, menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi berusaha untuk lebih bersifat praktek.

Misalnya seseorang diberi pelatihan-pelatihan atau lokakarya, penambahan skill salah satu unsurnya dengan meluncurkan 3 kartu sakti dimana kartu Prakerja menjadi salah satunya.

Trubus menilai, Kartu Prakerja tersebut diharapkan dapat memberi bekal kepada calon pencari kerja fresh graduate untuk memperoleh pekerjaan dengan menambah skill keterampilan melalui pendidikan latihan dan yang lainnya.Dengan adanya peningkatan kualitas SDM maka diharapkan akan berdampak positif pada kesejahteraan dan daya saing bangsa terhadap kompetisi global.

Pemerintah juga sering membangun ekositem-ekosistem startup seperti contohnya ada program kominfo yaitu 1000 startup digital ada juga dari badan Ekonomi kreatif yang membangun Bekraf for Pre Startup yang dirancang untuk membangun starup dari awal sampai akhir di bidang technopreneur juga Kementrian Riset dan teknologi melalui programnya membantu para mahasiswa untuk membangun bisnisnya sendiri di dalam panduan kegiatan-nya Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi tahun 2020 disebutkan bahwa perguruan tinggi sebagai salah satu pusat penyelenggaraan ilmu pengetahuan dan teknologi menurut Undang-undang No 12 Tahun 2012 memiliki tujuan untuk menghasilkan produk Iptek yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Manfaatnya akan terasa apabila hasil produk iptek tersebut dapat dikomersialkan. Dampaknya, ada perekrutan tenaga kerja baru dan subsitusi impor dari luar negeri.

Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT PT) yang sudah digulirkan sejak tahun 2016 adalah instrumen pendanaan yang mampu mengaplikasikan fungsinya dalam menghilirisasi hasilhasil inovasi teknologi yang ada di perguruan tinggi. Inovasi inilah diharapkan nantinya dapat menjadi sebuah usaha bisnis baru yang siap bersaing di pasar.

Dalam kurun periode 4 (empat) tahun sejak program pendanaan CPPBT PT ini digulirkan, sebanyak 558 CPPBT PT yang sudah didanai dengan sebaran berbagai perguruan tinggi di hampir seluruh provinsi. Seperti diketahui bahwa salah satu tujuan utama dari program CPPBT PT ini adalah mendekatkan dan mendorong hasil-hasil inovasi dari Perguruan Tinggi yang mempunyai nilai komersial untuk dihilirisasi yang dapat dirasakan oleh penggunanya, dimana pengguna dalam hal ini adalah masyarakatd an juga dipertegas bahwa program CPPBT PT ini sudah tidak lagi melalui LPPM/LPM/UP2M/UP3M/Lembaga Peneliti/Lembaga Pengelola di Perguruan Tinggi, dikarenakan selama periode 4 tahun sejak digulirkan, masih banyak produk inovasi tersebut yang belum sampai ke tahap komersialisasi. Ini dapat terlihat dengan minimnya jumlah CPPBT PT penerima pendanaan yang berhasil lolos/naik kelas ke program pendanaan PPBT dimana dari 588 penerima pendanaan CPPBT PT dari tahun 2016-2019, hanya 71 yang berhasil naik kelas ke program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) atau sekitar 12%.tetapi diubah melalui lembaga incubator yang ada di perguruan tinggi negeri atau swasta dimana tingkat kesiapan teknologinya harus mencapai level 7 Yakni harus dalam tahap tervalidasi secara konsep, teknologi, dan lingkungan, seperti yang dikatakan bahwa program ini harus melalui lembaga incubator dan tentu saja lembaga itu harus mempunyai kurikulum pelatihan terhadap calon pebisnis yang nanti akan langsung dites oleh juri dari kementerian.

Seperti itulah kira-kira program pemerintah dalam membangun ekosistem startup-startup selain pemerrintah sendiri swasta juga ikut membantu dalam membangun ekosistem seperti yang dilakukan Techstar dan Plugandplay yang membuat program akselerasi dan sering berkolaborasi baik itu oleh kampus dan pemerintah daerah.

Selain itu juga east Ventures yang merupakan investor untuk start-up awal juga membuat suatu indeks yang dinamakan East Ventures-Digital Competitiveness Index (EV-DCI) atau bisa disebut indeks daya saing digital daerah-daerah di seluruh Indonesia yang bertujuan secara garis besarnya sebagai tolak ukur suatu daerah tentang apa sih pemanfaatan teknologi di suatu daearah itu apa sudah maksimal dan bagaimana dampak positif dan negatif terhadap perkembangan ekonomi digital di daerah itu

Semua program-program ini merupakan program yang sangat bagus dan adalah bentuk kolaborasi antar pemangku kepentingan dan para ahli dari segala bidang suatu hal yang akan membangun Indonesia yang bisa berdiri sendiri dalam ekonomi dan tentu saja bisa mensejahterakan semua rakyat sesuai dengan visi para pendiri bangsa ini,semoga saja.

Masalah-Masalah Inovasi


Tentu saja dibalik program-program yang dilampirkan di atas kita masih mempunyai beberapa kekurangan dalam berinovasi dan bagaimana cara inovasi salah satunya adalah tentang system inovasi.
Beberapa waktu lalu dalam rakornas Kemenristek/BRIN tanggal 30 januari 2020 di Tangerang selatan seorang professor yang merupakan penemu katalis biodesel dari ITB mengguyon presiden dia berkata “saya akan memanjat tiang bendera agar bisa bertemu presiden” begitu kata dia,mendengar seperti itu Edi santosa seorang guru besar tetap fakultas petarnian IPB dan juga Ketua Bidang kajian inovasi dan kebijakan pertanian berpikir bahwa itu hanyalah candaan professor

Tapi betapa kagetnya dia ketika professor subagio mengatakan “saya sudah promosikan temuan ini kepada 10 menteri” menurut dia ini merupakan bencana bagi inovasi Indonesia.sulit menemukan pengguna inovasi,khusunya men-delivery yang bukan pesanan.Dalam artikelnya yang berjudul Menanti Arsitektur Tol Inovasi ia menulis bahwa setidaknya ada sekitar 16.000 judul penelitian yang didanai kemristek tapi kurang dari 20 persen yang bisa dihirisasikan ke masyarakat sisanya masuk ke lembah kematian.

Saya juga salut kepada lebih dari 5.000 kolega profesornya yang rela belajar pemasaran dan marketing sehingga bisa menjual produknya sebenarnya menurut dia peristiwa ini ada hubungan-nya dengan kasus viral lain yakni pernyataan presiden terhadap banjir Jakarta dan keberhasilan seorang pemuda dari suatu desa di Sulawesi yang membuta pesawat terbang dari barang bekas.pertama ditegaskan bahwa semua orang bahkan anak muda yang masih berumur 34 tahun bisa berinovasi dan yang kedua adalah pertanyaan saya mengapa ide-ide tersebut tak bisa direalisasikan ?

Sebenarnya menurut dia pertanyaan yang benar adalah “mengapa sistem inovasi kita tak mampu dikenali secara cepat?” jawabanya ternyata ada pada pidato presiden itu pak presiden mengatakan yakni sistem invensi dan inovasi kita belum terintegrasi dan terkonsolidasi baik pada agenda riset, anggaran aktor, dan jejaringnya.

Hasil dari tak terintegrasi dan tak terkonsolidasi menyebabkan banyak problem misalnya saja hasil karya dari lima penyelenggara iptek yaitu perseorangan,kelompok,badan usaha,litbang,pemerintah,dan swasta mereka seakan-seakan rapat tersembunyi.Adopsi tidak berdiri sendiri,itu tidak lepas dari arsitektur utama sistem invensi dan inovasi yang melibatkan peran lembaga dan penyelenggara iptek.

Kayal (2008) dalam artikelnya di International Journal of Entrepreneurship and Innovation Management,menceritakan peran arsitektur sistem inovasi yang bersifat unik tiap negara,Arsitektur menghubungkan aktor,lembaga dan jejaring,yang masing-masing membutuhkan tata kelola sistem perencanaan,infrastruktur dan sumber daya.Kunci suksenya adalah keterhubungan dalam kapasitas mencipta, jejaring, dan permintaan teknologi.

Ya kira-kira itu pendahuluan yang diberikan oleh pak edi santosa dia menjelaskan secara gamblang bahwa sistem inovasi kita masih lemah dan tak menghubungkan Antara supply dan demand-nya dia lanjut mengatakan bahwa sudah ada ramb-rambu yang mengatur arsitektur dari sitem inovasi ini itu tercantum dalam UU NO 11/2019 tentanh Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Yang masih dituggu ialah bagaimana Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) bisa membuat tata kelola yang menggabungkan aktor, lembaga, jejaring, dan kunci sukses itu? tata kelola seperti apa?

Yang mengedepankan integrasi dan konsolidasi dalam kelembangaan-nya tetapi tetap menjaga kemandirian penyelenggara iptek,artinya BRIN butuh dukungan lembaga iptek yang tersebar dalam kemenrian dan lembaga juga sitem tata kelola ini harus mengedepankan prinsip pelayanan,mendorong kekuatan bangsa sendiri,dan mengoptimalakan segenap sumber daya.

Tata kelola itu juga harus memanfaatkan sistem-sistem yang up to date agar bisa bersifat akseleratif, partispatif, dan mandiri sistem yang dimaksud disini seperti IoT, Cloud computing dan big data yang bisa membantu para aktor inovasi dan yang ingin membeli inovasi
Menurut dia ada lima komponen yang perlu dibangun unyuk menampung lalu lintas invensi dan inovasi agar lebih produktif dan provokatif disini saya akan menulis tiga saja yang diantara-nya

1. Menghimpun Demand

Selama ini kebutuhan invensi-inovasi dihimpun secara berjenjang. Mula-mula tim mendengarkan aspirasi Perguruan Tinggi, litbang, perekayasa, bisnis, swasta, dan masyarakat. Lalu dibandingkan dengan program unggulan pemerintah.Akhirnya panel ahli memutuskan prioritas riset nasional,tetapi ketersediaan sumber daya memaksa tim membuat priotitas ini dan lazim terjadi prioritas tertuju pada hasil yang berdampak besar sehingga kemungkinan menghilangkan inovasi di bidang mikro, alhasil masyarakat di bidang itu tak melihat inovasi apa yang dihasilkan dan keuntungan-nya buat mereka,maka dari itu perlu dibuat suatu basis data yang menampung semua kebutuhan invensi dan inovasi. basis data itu mengumpulkan aspirasi semua pemangku kepentingan seperti pebisnis besar sampai umkm dan masyarakat kecil.

daftar itu bisa dimasukkan secara online baik di aplikasi atau web, pemerintah atau lembaga perlu berperan, mengawal, meng-otorisasi serta memperkuat basis data itu sehingga mampu menyajikan secara transparan siapa,kapan,dimana,dan butuh apa saat pemangku kepentingan ingin menginput permintaan,calon pengguna seperti lembaga, perguruan tinggi, dll perlu menunjukan komitmen pembayaran tapi untuk pengguna biasa biarlah urusan dana menjadi tanggung jawab lembaga jadi tak ada penghalang Antara dana dan layanan inovasi.

2. Mengorganisir Inventor

Kita awali dengan banyaknya inventor di Indonesia yaa,apakah cukup atau cuma seberapa? dilihat dari rasio per 1 juta penduduk Indonesia ada 1.071 peneliti angka ini mendekati rasio china yaitu 1.235 orang. Jika dibandingkan dengan Malaysia dan singapura yang penelitinya 6.000 orang kita masih jauh namun kan penduduk kita lebih banyak tapi secara angka absolut potensi inventor kita sangat besar lebih dari jutaan orang.

Tapi sayangnya penyelenggara iptek tersebut yakni peniliti belum di-integrasikan mungkin dengan ide mengkreasi identitas inventor sebagai seseorang yang hebat seperti membuat nomor khusus untuk inventor, nomor itu juga akan melekat pada karya-karyanya sehingga lembaga akan mudah melacak, mempromosikan dan mengajak kolaboasi antar ilmuwan dan pemerintah yang akhirnya akan membangun produktivitas SDM di indonesia

3. Konektivitas Penyelenggara

Saat ini ada sekitar 5.000 lembaga iptek di seluruh Indonesia tapi sayangnya lembaga-lembaga iptek ini belum saling terhubung satu sama lain, hal ini tentu saja bukan hal yang baik untuk inovasi diperlukan suatu kolaborasi antar semuanya

Menurut pak Edi Santosa ada empat keuntungan jika lembaga ini saling terhubung satu sama lain

1. Meningkatkan kesadaran dan Kelembagaan

Pada bulan juli 2019 tepatnya di daerah Meunasah Rayeuk,Aceh Utara seorang pemuda bernama Tengku Munirwan mampu memproduksi pada IF8 yang mampu memproduksi 12 ton gabah kering panen tapi sayangnya dia harus berurusan dengan polisi karena tak mempunyai sertifikasi yang jelas.

Dengan terkoneksinya lembaga para inventor mampu dengan cara gampang mempunyai wawasan kelembagaan yang memadai baik lembaga etik ,verifikasi,uji publik,sertifikasi maupun komesialisasi

2. Mendorong resource sharing dan mengoptimalkan pendanaan

Keberhasilan riset membutuhkan peralatan,teknisi,syarat-prasarana,dana,dan akses informasi yang baik tapi tentu saja di lapangan masih ada kesenjangan Antara antarlembaga baik jumlah maupun mutunya

Maka dari itu diperlukan suatu sharing agar kecepatan invensi-inovasi kita bisa berjalan secara maksimal perlu adanya kolaborasi lagi-lagi inilah cara yang sangat penting untuk kita pertimbangkan di masalah dana juga banyak masalah yang terjadi.Saat ini saja dana penelitian nasional 74% berasal dari APBN.

Dengan sisanya bantuan swasta dan luar negerti.Dengan dana riset APBN 2020 sebesar 28 Triliun,perorang mendapatkan sekitar 88 juta perorang ini jauh lebih kecil dengan jepang yang dana risetnya sebesar 2,6 Miliar per orang apalagi ditambah dengan dana riset mahasiswa masih sulit.dengan konektivitas antar lembaga memungkingkan kolaborasi dana dan resource yang lain.

3. Perbaikan Tata Kelola Bahan Beracun

Tentu saja kita masih ingat dengan kasus di Batan kemaren yang mengakibatkan hal itu viral,pasti banyak diluar sana yang menggunakan bahan berbahaya dan beracun,banyak riset melibatkan mikroorganisme, patogenik dan bahan beracun yang lain.

Hal ini tentu saja menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat diperlukan tata kelola yang terintegrasi,keterlecakan B3 secara hulu-hilir dari importir sampai tata kelola pembuangan harus diperhatikan

4. Saling Mengumpan Hasil Invensi dan Inovasi

Di perguruan tinggi salah satunya di UIN Jakarta, banyak mahasiswa-nya yang mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang hebat dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat tapi saying-nya tidak ada kerjasama antara lembaga kaji teknologi dengan perguruan tinggi.

Diperlukan suatu kerjasama yang sistematis Antara kedua belah pihak lembaga kaji bisa mengumpan masalah yang ditemukan ke perguruan tinggi dan nantinya bisa dikaji dan menghasilkan inovasi yang bisa menjadi industri.

KESIMPULAN

Itulah beberapa materi yang bisa saya sampaikan tentu masih banyak kendala dan masalah dalam sistem inovasi kita, kita mempunyai manusia-manusia yang rajin di seluruh penjuru kita bisa berkolaborasi bersama bukan hanya fokus dalam satu bidang tapi dalam banyak permasalahan, di Akhir makalah ini saya akan mengambil pasal di salah satu UU NO 11 TAHUN 2019 yang menjelaskan kedudukan ilmu pengetahuan di Indonesia

Pasal 6
(1) Ilmu Pengetahuan clan Teknologi berkedudukan sebagai modal dan investasi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang pembangunan nasional untuk:
a. meningkatkan kualitas hidup rnanusia;
b. merringkatkan kesejahteraan rakvat;
c. meningkatkan kemandirian;
d. memajukan daya saing bangsa;
e. memajukan peradaban bangsa
f. menjaga kelestarian alam;
g. melindurigi dan melestarikan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan
h. menjadi dasa-dasar dalam perumusan kebijakan dan menjadi solusi masalah pembangunan.

Referensi:

East Ventures-Digital Competitiveness Index 2020
UU NO 11/2019
Buku Panduan Calon perusahaan pemula berbasi teknologi internet

Berita lainnya

Categories
Seminar

Kuliah Umum: Fisika Material – Peran dan Tantangan Masa Depan

Fisika Material – Peran dan Tantangan Masa Depan

Biaunik Niski Kumila, M.S. | 30 September 2021

Prodi Fisika Fakultas Sain dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah kali ini menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Fisika Material: Peran dan Tantangan Masa Depan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 30 September 2021 dengan narasumber bapak Prof. Dr. Darminto yang merupakan guru besar Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember.  Kuliah Umum diselenggarakan secara daring melalui media Zoom cloud meeting dimulai pada jam 13.30 hingga 16.30 WIB. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Faris Fawwaz Subekti dilanjutkan sambutan oleh dekan Fakultas Sains dan Teknologi bapak Ir. Nashul Hakiem, Ph.D. dan ketua prodi Fisika ibu Tati Zera, M.Si. Kuliah umum dipandu oleh moderator ibu Biaunik Niski Kumila M.S.

Narasumber mempresentasikan empat hal pokok pentingnya pengembangan ilmu material di Indonesia. Pertama tentang purwarupa produk nasional, pemateri menjabarkan karya-karya anak bangsa yang telah berhasil diproduksi seperti pesawat N-250 dan N-219 PT Dirgantara Indonesia dan LAPAN, panser ANOA dan Tank Harimau (bekerja sama dengan negara Turki) PT PINDAD, kapal selam KRI Alugoro PT PAL bekerja sama dengan negara Korea, dan kendaraan listrik ITS meliputi Electric Solar Bus, Electric City Car (Ezzy 1 dan 2), Solar Boat, dan Motor GESITS yang merupakan kerja sama ITS dengan PT Wijaya Karya Persero. Semua penjabaran tersebut membuktikan bahwa Indonesia dapat bersaing di skala internasional dalam perkembangan dan kemajuan teknologi.

Kedua adalah riset material pendukung teknologi dan hilirasasi. Pemateri menitik beratkan pembahasan pada teknologi kendaraan listrik, yang saat ini sangat melirik perhatian baik secara internasional dan nasional, ITS hadir sebagai salah satu ujung tanduk dalam produksi kendaraan bertenaga listrik di Indonesia. Pemateri menjelaskan komponen-komponen penting dalam kendaraan listrik yang membutuhkan pengetahuan Fisika Material secara mendalam, yaitu motor listrik, baterai, dan sel surya. Permasalahan yang muncul dari membuat komponen-komponen tersebut adalah bahan-bahan yang sangat langka dan tidak ramah terhadap lingkungan. Keuntungan bangsa Indonesia adalah memiliki sumber daya alam berlimpah yang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan komponen-komponen kendaraan listrik.

Ketiga adalah pengembangan sains material di Indonesia. Pemateri memiliki banyak karya ilmiah dan hak paten, salah satu fokus penelitiannya adalah pemanfaatan bahan-bahan yang bersumber di alam Indonesia dalam mengembangkan alternatif material yang menjadi komponen kendaraan listrik yang efisien dan murah. Pemateri juga mengajak para mahasiswa untuk lebih rajin belajar dan melakukan riset sehingga sumber daya alam Indonesia menjadi seimbang dengan sumber daya manusianya.

Keempat adalah potensi sumber daya lokal, pemateri menjelaskan pentingnya kolaborasi dari berbagai ilmu untuk dapat membuat kendaraan listrik, mulai dari eksplorasi sumber daya oleh Geofisika, sintesis bahan oleh Fisika Material, kelistrikan oleh Instrumentasi, hingga desain purwarupa oleh teknisi. Material khas yang dimiliki Indonesia adalah mineral silika yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan semikonduktor, pasir besi, lumpur Sidoharjo, batu kapur, dll. Dari segi tanaman Indonesia memiliki biodiversity yang sangat menakjubkan yang dapat digunakan sebagai biomassa dan pengembangan bahan karbon.

Sesi diskusi merupakan bagian yang menarik dan mendapat respon yang antusias dari peserta kuliah, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan baik dari mahasiswa maupun dari dosen-dosen prodi Fisika. Diskusi berlangsung dengan penuh semangat selama satu jam. Acara berakhir pada pukul 16.00 yang ditutup dengan do’a dan foto bersama oleh MC, Dian Novitasari. (bia)

Berita lainnya

Categories
Seminar

Kuliah Umum: Peran Geofisika dalam Geoteknik sebagai Upaya Optimasi Sumber Daya Alam Indonesia

Peran Geofisika dalam Geoteknik sebagai Upaya Optimasi Sumber Daya Alam Indonesia

Muhammad Nafian, M.Si. | 23 September 2021

Dalam rangka mengawali semester ganjil 2021/2022 dan menyambut mahasiswa baru angkatan 2021 prodi Fisika Fakultas Sain dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Peran Geofisika dalam Geoteknik sebagai Upaya Optimasi Sumber Daya Alam Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 22 September 2021 dengan narasumber bapak Ir. Ivan Ade Sofian selaku pendiri dan direktur PT. Mandala Geoteknik Mandiri.  Kuliah Umum diselenggarakan secara daring melalui media zoom cloud meeting dimulai pada jam 13.00 dan berlangsung selama 3 jam. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Faris Fawwaz Subekti dilanjutkan sambutan oleh ketua prodi Fisika ibu Tati Zera, M.Si. Kuliah umum dipandu oleh moderator bapak Muhammad Nafian, M.Si.

Dalam paparaannya, narasumber menjelaskan bahwa peran Geofisika dalam Dunia Geoteknik sangat besar pengaruhnya dalam upaya optimasi sumber daya alam Indonesia. Hal ini karena dalam merencanakan suatu kontsruksi bangunan apapun diperlukan studi pendahuluan yang menggunakan metode-metode  geofisika. Tujuannya untuk dapat mengetahui susunan batuan dasar apa saja yang ada dibawah permukaan sehingga pondasi bangunan dapat ditamam dengan baik

Selain itu metode geofisika untuk geoteknik digunakan juga untuk meminimalisir terjadinya bencana longsor, runtuhnya terowongan pertambangan dan tubuh bendungan. Survei geofisika untuk geoteknik biasanya dilakukan di permukaan tanah, di dalam lubang bor, air dan udara, beton dan aspal. Kelebihan metode geofisika dalam hal ini adalah ramah lingkungan, cepat, ekonomis, dan berlaku untum untuk seluruh permukaan bumi.






Disamping itu dalam usaha eksplorasi sumber daya alam, metode geofisika digunakan dalam pencarian sumber energi fosil, batu bara, minyak dan gas, barang tambang, mineral dan sumber air tanah. Diantara metode geofisika yang sering digunakan adalah metode Geolistrik, Georadar, Seismic Refraction (SR), Crosshole Tdests, Downhole Tests (DHT), Multichannel Analysis Surface Wave (MASW), dan Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HSVR). 

Sesi diskusi merupakan bagian yang menarik dan mendapat respon yang antusias dari peserta kuliah. Diskusi berlangsung dengan penuh semangat selama satu jam. Acara berakhir pada pukul 16.00 yang ditutup dengan do’a dan foto bersama oleh MC, Dian Novitasari. (TZ)

Berita lainnya