Fisika Material - Peran dan Tantangan Masa Depan

Biaunik Niski Kumila, M.S. | 30 September 2021

Prodi Fisika Fakultas Sain dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah kali ini menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Fisika Material: Peran dan Tantangan Masa Depan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 30 September 2021 dengan narasumber bapak Prof. Dr. Darminto yang merupakan guru besar Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember.  Kuliah Umum diselenggarakan secara daring melalui media Zoom cloud meeting dimulai pada jam 13.30 hingga 16.30 WIB. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Faris Fawwaz Subekti dilanjutkan sambutan oleh dekan Fakultas Sains dan Teknologi bapak Ir. Nashul Hakiem, Ph.D. dan ketua prodi Fisika ibu Tati Zera, M.Si. Kuliah umum dipandu oleh moderator ibu Biaunik Niski Kumila M.S.

Narasumber mempresentasikan empat hal pokok pentingnya pengembangan ilmu material di Indonesia. Pertama tentang purwarupa produk nasional, pemateri menjabarkan karya-karya anak bangsa yang telah berhasil diproduksi seperti pesawat N-250 dan N-219 PT Dirgantara Indonesia dan LAPAN, panser ANOA dan Tank Harimau (bekerja sama dengan negara Turki) PT PINDAD, kapal selam KRI Alugoro PT PAL bekerja sama dengan negara Korea, dan kendaraan listrik ITS meliputi Electric Solar Bus, Electric City Car (Ezzy 1 dan 2), Solar Boat, dan Motor GESITS yang merupakan kerja sama ITS dengan PT Wijaya Karya Persero. Semua penjabaran tersebut membuktikan bahwa Indonesia dapat bersaing di skala internasional dalam perkembangan dan kemajuan teknologi.

Kedua adalah riset material pendukung teknologi dan hilirasasi. Pemateri menitik beratkan pembahasan pada teknologi kendaraan listrik, yang saat ini sangat melirik perhatian baik secara internasional dan nasional, ITS hadir sebagai salah satu ujung tanduk dalam produksi kendaraan bertenaga listrik di Indonesia. Pemateri menjelaskan komponen-komponen penting dalam kendaraan listrik yang membutuhkan pengetahuan Fisika Material secara mendalam, yaitu motor listrik, baterai, dan sel surya. Permasalahan yang muncul dari membuat komponen-komponen tersebut adalah bahan-bahan yang sangat langka dan tidak ramah terhadap lingkungan. Keuntungan bangsa Indonesia adalah memiliki sumber daya alam berlimpah yang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan komponen-komponen kendaraan listrik.

Ketiga adalah pengembangan sains material di Indonesia. Pemateri memiliki banyak karya ilmiah dan hak paten, salah satu fokus penelitiannya adalah pemanfaatan bahan-bahan yang bersumber di alam Indonesia dalam mengembangkan alternatif material yang menjadi komponen kendaraan listrik yang efisien dan murah. Pemateri juga mengajak para mahasiswa untuk lebih rajin belajar dan melakukan riset sehingga sumber daya alam Indonesia menjadi seimbang dengan sumber daya manusianya.

Keempat adalah potensi sumber daya lokal, pemateri menjelaskan pentingnya kolaborasi dari berbagai ilmu untuk dapat membuat kendaraan listrik, mulai dari eksplorasi sumber daya oleh Geofisika, sintesis bahan oleh Fisika Material, kelistrikan oleh Instrumentasi, hingga desain purwarupa oleh teknisi. Material khas yang dimiliki Indonesia adalah mineral silika yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan semikonduktor, pasir besi, lumpur Sidoharjo, batu kapur, dll. Dari segi tanaman Indonesia memiliki biodiversity yang sangat menakjubkan yang dapat digunakan sebagai biomassa dan pengembangan bahan karbon.

Sesi diskusi merupakan bagian yang menarik dan mendapat respon yang antusias dari peserta kuliah, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan baik dari mahasiswa maupun dari dosen-dosen prodi Fisika. Diskusi berlangsung dengan penuh semangat selama satu jam. Acara berakhir pada pukul 16.00 yang ditutup dengan do’a dan foto bersama oleh MC, Dian Novitasari. (bia)