Categories
Workshop

Workshop: Review Kurikulum OBE (Outcome-Based Education)

Workshop: Review Kurikulum OBE (Outcome-Based Education) Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Anugrah Azhar, M.Si. | 19 Agustus 2021

Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan kegiatan Workshop pengembangan program studi secara online pada hari Rabu, 18 Agustus 2021. Acara ini diikuti tidak hanya dosen Prodi Fisika tetapi juga peserta dari berbagai kampus di lingkungan Perguruan tinggi Keislaman Negeri. Narasumber pada kegiatan workshop ini adalah Bapak Pepen Arifin Ph.D., yang merupakan dosen Fisika (ketua lembaga Penjaminan Mutu ITB – cek) dari Institut Teknologi Bandung yang sangat pakar di bidang Kurikulum.
     Kegiatan workshop ini dipandu oleh Ibu Biaunik Niski Kumila, M.S., yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Ryan Rizaldy, M.Si. Selanjutnya Bapak Nashrul Hakiem, Ph.D., selaku Dekan FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan workshop ini dengan tema “Review Kurikulum OBE (Outcome-Based Education) Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”. “Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan workshop ini dapat memberikan wawasan kepada kita semua terkait kurikulum OBE yang akan tentunya akan mempermudah prodi ketika menjalani akreditasi Nasional maupun Internasional.” harapnya.
     Bapak Pepen Arifin, Ph.D., selaku narasumber memaparkan penjelasan terkait kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan kaitannya dengan kegiatan akreditasi yang biasanya dihadapi oleh setiap program studi baik dari sisi akreditasi Nasional dan Internasional. Dengan sebuah program studi menganut kurikulum OBE, maka pelaksanaan kegiatan akreditasi akan menjadi lebih mudah. Di sisi lain, penerapan kurikulum OBE akan membuat sebuah program studi/dosen mata kuliah mudah dalam melakukan evaluasi di setiap mata kuliah terkait ketercapain kompetensi dari peserta didiknya karena sistem evaluasi yang sistematis. Dengan demikian, maka di masa mendatang, perbaikan-perbaikan dapat dilakukan pada bagian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tertentu saja, sehingga lebih mudah bagi dosen untuk mengidentifikasinya.

     Narasumber yang ahli dalam bidang kurikulum ini memberikan gambaran yang sangat rinci terkait bagaimakah cara penyusunan PLO dan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) yang baik, tidak terlalu banyak, namun mencakup semua kompetensi yang dibutuhkan oleh para peserta didik yang akan menjadi bekal bagi mereka setelah menyelesaikan studinya. Beliau juga menyarankan agar dalam pembuatan soal ujian, hendaknya para dosen membuat peta PLO dan CPMK agar mudah dalam melakukan evaluasi terkait kompetensi manakah yang dirasa masih belum optimal di setiap mata kuliah, sehingga menjadi bahan perbaikan pada kegiatan perkuliahan di masa mendatang. (Azhar)

Berita lainnya