Categories
6. HIMAFI

PBAK 2021: Do The Best For Your Choice, Expand Knowledge And Always Be Together

PBAK 2021: Do The Best For Your Choice, Expand Knowledge, And Always Be Together

Dep. Kemahasiswaan | 30 Agustus 2021

Pada hari Jumat, 27 Agustus 2021, bertempat di Zoom Meeting HIMAFI telah berhasil mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 104 peserta dalam rangka pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan untuk mahasiswa baru angkatan 2021 yang  berjumlah 78 mahasiswa. Kegiatan ini dibuka dan dipandu oleh MC, yaitu Saudari Thufaylah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Faris Fawwaz dan kegiatan ini disambut hangat oleh Ketua Program Studi Fisika, Ibu Tati Zera, M.Si., Ketua HIMAFI, Saudara Arjuna Satria Mandala, dan Ketua Pelaksana PBAK Fisika 2021, Saudara Sofyan Azmi. Selanjutnya menampilkan video pengenalan profil UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Puncak kegiatan ini adalah penyampaian materi dari Ibu Tati Zera, M.Si mengenai pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan, Saudara Bagus Septyanto, S.Si mengenai metode belajar efektif di perguruan tinggi, dan Saudara Arjuna Satria Mandala mengenai pengenalan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI).

Untuk melatih pengetahuan mahasiswa baru dalam kegiatan tersebut juga diadakan soal pilihan ganda yang telah disediakan panitia dengan waktu yang sudah ditentukan dalam bentuk Google Form.

Berita lainnya

Categories
Seminar

Diskusi Bulanan: Thin Film Technology in Application of Solar Cells, Sensors and Batteries

Thin Film Technology in Application of Solar Cells, Sensors and Batteries

Biaunik Niski Kumila, M.S. | 16 Agustus 2021

Prodi Fisika kembali mengadakan diskusi bulanan online pada hari Senin, 16 Agustus 2021 dengan tema “Thin Film Technology in Application of Solar Cells, Sensors and Batteries. Acara terbuka dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi Fisika UIN Jakarta juga beberapa beserta dari luar UIN Jakarta.

Acara dibuka oleh MC , Fajar , Mahasiswa Fisika 2019 dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran oleh Khasbianta, Mahasiswa Fisika 2018 kemudian sambutan Kaprodi Fisika Ibu Tati Zera. Dalam sambutannya Kaprodi Fisika sangat mendorong mahasiswa Fisika untuk belajar thin film technology sebagai tool untuk catch up perkembangan Nanomaterias dan Nanotechnology sehingga mahasiswa Fisika mampu bersaing di tengah-tengah perkembangan teknologi material nano juga teknologi IT. Beliau berharap lulusan-lulusan Fisika memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan terus belajar hal-hal baru yang inovatif dan solutif sesuai dengan perkembangan zaman terutama dalam lingkup Sains dan Teknologi.

Kegiatan diskusi dipandu oleh moderator, Biaunik Niski Kumila M.S dengan narasumber Bapak Tahta Amrillah, PhD, dosen program studi Nanoteknologi Universitas Airlangga, Surabaya. Beliau juga sedang menempuh Post Doctoral fellowship di Tohoku University, Jepang. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan aplikasi thin film technology atau teknologi  lapisan tipis di berbagai bidang antara lain, magnetic recording media, integrated circuit (IC), electronic semiconductor devices terutama di solar cell, batrai dan sensor juga optical coatings.

Secara garis besar menjelaskan teknik pelapisan pada lapisan tipis terbagi menjadi dua yaitu, physical vapor depostion (PVD) dan chemical vapor deposition (CVD). PVD menggunakan prekursor padatan atau solid-state precursor dan menghasilkan lapisan epitaxial dan terstruktur sedangkan CVD menggunakan prekursor cair atau liquid-precursor dan menghasilkan microstructural film, contohnya lapisan tipis pada sensor, beliau mengatakan “Misal kita ingin membuat sensor, kita tidak butuh lapisan yang epitaksi, mespkipun ada beberapa sensor yang lapisannya epitaksi, maka kita bisa menggunakan CVD”. Beberapa contoh teknik PVD adalah Pulse Laser Depostion (PLD), Sputtering dan Molecular Beam Epitaxy (MBE). Sedangkan contoh teknik CVD adalah CVD, spin coating, Langmuir-Blodgett deposition dan dip coating.

Selanjutnya, prodi Fisika berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan serupa untuk meningkatkan kualitas seluruh civitas akademik terutama di wilayah Prodi Fisika. (bia)

Berita lainnya

Categories
Workshop

Workshop: Review Kurikulum OBE (Outcome-Based Education)

Workshop: Review Kurikulum OBE (Outcome-Based Education) Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Anugrah Azhar, M.Si. | 19 Agustus 2021

Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan kegiatan Workshop pengembangan program studi secara online pada hari Rabu, 18 Agustus 2021. Acara ini diikuti tidak hanya dosen Prodi Fisika tetapi juga peserta dari berbagai kampus di lingkungan Perguruan tinggi Keislaman Negeri. Narasumber pada kegiatan workshop ini adalah Bapak Pepen Arifin Ph.D., yang merupakan dosen Fisika (ketua lembaga Penjaminan Mutu ITB – cek) dari Institut Teknologi Bandung yang sangat pakar di bidang Kurikulum.
     Kegiatan workshop ini dipandu oleh Ibu Biaunik Niski Kumila, M.S., yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Ryan Rizaldy, M.Si. Selanjutnya Bapak Nashrul Hakiem, Ph.D., selaku Dekan FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan workshop ini dengan tema “Review Kurikulum OBE (Outcome-Based Education) Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”. “Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan workshop ini dapat memberikan wawasan kepada kita semua terkait kurikulum OBE yang akan tentunya akan mempermudah prodi ketika menjalani akreditasi Nasional maupun Internasional.” harapnya.
     Bapak Pepen Arifin, Ph.D., selaku narasumber memaparkan penjelasan terkait kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan kaitannya dengan kegiatan akreditasi yang biasanya dihadapi oleh setiap program studi baik dari sisi akreditasi Nasional dan Internasional. Dengan sebuah program studi menganut kurikulum OBE, maka pelaksanaan kegiatan akreditasi akan menjadi lebih mudah. Di sisi lain, penerapan kurikulum OBE akan membuat sebuah program studi/dosen mata kuliah mudah dalam melakukan evaluasi di setiap mata kuliah terkait ketercapain kompetensi dari peserta didiknya karena sistem evaluasi yang sistematis. Dengan demikian, maka di masa mendatang, perbaikan-perbaikan dapat dilakukan pada bagian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tertentu saja, sehingga lebih mudah bagi dosen untuk mengidentifikasinya.

     Narasumber yang ahli dalam bidang kurikulum ini memberikan gambaran yang sangat rinci terkait bagaimakah cara penyusunan PLO dan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) yang baik, tidak terlalu banyak, namun mencakup semua kompetensi yang dibutuhkan oleh para peserta didik yang akan menjadi bekal bagi mereka setelah menyelesaikan studinya. Beliau juga menyarankan agar dalam pembuatan soal ujian, hendaknya para dosen membuat peta PLO dan CPMK agar mudah dalam melakukan evaluasi terkait kompetensi manakah yang dirasa masih belum optimal di setiap mata kuliah, sehingga menjadi bahan perbaikan pada kegiatan perkuliahan di masa mendatang. (Azhar)

Berita lainnya

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

TAHUN BARU ISLAM

TAHUN BARU ISLAM

Dep. Sosro | 10 Agustus 2021

Umat Islam di seluruh Indonesia sebentar lagi akan merayakan tahun baru Islam yang tepatnya jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021, 1 Muharram 1443 H. Namun, adakah dari kalian yang sudah mengetahui sejarah tahun baru islam dari mulai awal penanggalan Hijriah hingga dalil dalam penentuan tanggal ini? Jika belum, simak baik baik.

Kalender Hijriyah atau biasa disebut Kalender Islam dalam bahasa Arabnya adalah at-taqwim al-hijri, adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam dari zaman dahulu hingga saat sekarang ini, biasanya digunakan dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad SAW, dari Makkah ke Madinah.

Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad saw. dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram tahun baru bagi kalender Hijriyah. Namun Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi kalender Hijriyah.

Musyawarah yang dilakukan khalifah Umar dan para sahabatnya serta orang terpandang menghasilkan beberapa poin penting, yakni pilihan tahun bersejarah untuk dijadikan patokan tahun Islam, diantaranya adalah kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul, tahun kelahiran Nabi Muhammad, dan wafatnya, dan ketika Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah. Dari sekian banyak pilihan dipilihlah bahwa patokan tahun ketika Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah. Dikarenakan salah satu ayat dalam Al-Quran surat At-Taubah

لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُومَ فِيهِ

“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya” (Qs. At-Taubah : 108)

Para sahabat memahami bahwa yang dimaksud dengan “sejak hari pertama” adalah hari pertama kedatangan Nabi dari hijrahnya sehingga para sahabat menggunakan momen tersebut untuk digunakan sebagai acuan tahun Hijriah. Mengapa para sahabat dan khalifah Umar saat berunding tidak memilih opsi selain daripada hijrahnya Nabi menuju Madinah ? Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Hajar Rahimahullah:

Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW. 

لأن المولد والمبعث لا يخلو واحد منهما من النزاع في تعبين السنة. واما وقت الوفاة فأعرضوا عنه لما توقع بذكره من الأسف عليه, فانحصر في الهجرة

‘Karena tahun kelahiran dan tahun diutusnya beliau menjadi Nabi tidak diketahui secara pasti. Adapun wafat beliau, para sahabat tidak memilihnya karena akan menyebabkan kesedihan manakala teringat tahun tersebut. Oleh karena itu ditetapkanlah peristiwa hijrah sebagai acuan tahun” (Fathul Bari, 7/335)

Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam yang mana pertama kali dalam sejarah Islam. Kalender Hijriyah secara resmi belum dimulai ketika zaman Rasulullah S.A.W. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW. Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam yang mana pertama kali dalam sejarah Islam.

Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.

Masa khalifah Umar bin Khattab memang terdapat banyak sekali kemajuan salah satunya di sistem penanggalan. Menurut para ulama pakar tarikh, latar belakang Umar menetapkan sistem tanggal yang baku berawal dari surat yang dikirim oleh gubernur Basrah kala itu, Abu Musa Al-Asy’ari.

 انه يأتينا منك كتب لها ليس تاريخ

“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda, dengan tanpa tanggal”

Dalam penulisan surat menyurat sebenarnya tidak ditulis secara pasti tanggal penulisannya dan hari pengirimannya sehingga khalifah Umar kesulitan dalam memilah mana surat yang terlebih dahulu sampai, karena khalifah Umar tidak menandai surat yang lama dan yang baru. Sehingga khalifah Umar pun memanggil para sahabatnya dan orang terpandang untuk diajak berunding mengenai masalah ini. Khalifah Umar pun berkata “Perbendaharaan negara semakin banyak. Apa yang kita bagi dan sebarkan selama ini tidak tertanggal secara pasti. Bagaimana cara mengatasi masalah ini ?”.

Maka dapat disimpulkan awal tahun Hijriah dimulai ketika Nabi hijrah dari Makkah menuju Madinah. Untuk acuan bulan tetap menggunakan sistem qamariyah dengan bilangan 12 bulan per tahunnya. Nama-nama bulan yang dipakai adalah seperti nama-nama bulan yang memang berlaku sejak saat masa kenabian dari mulai bulan Muharram sampai dengan Dzulhijjah dengan 4 bulan Haram (tidak boleh ada peperangan di dalamnya), yakni bulan Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagai informasi tambahan bahwa pada masa dahulu pada kaum Quraisy, dikenal praktek Nasi’, yang memungkinkan kaum tersebut untuk menambahkan bulan ke-13 pada setiap 3 tahun agar bulan-bulan sistem qamariyah selaras dengan perputaran musim. Ketetapan Allah mengenai praktek Nasi’ ini ada pada surat At-Taubah ayat 36 :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ الله اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ …

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram…” (Qs. At-Taubah : 36)

Atas inilah ketetapan mengenai tahun dan bulan dari kalender Hijriah yang memiliki perbedaan dengan kalender lainnya yang mayoritas kita kenal bersistem syamsiyah. Dedikasi para sahabat saat itu tentang pentingnya penanggalan sangat memudahkan mereka dalam mengatur segala sesuatu yang membutuhkan penanggalan, sebutlah dalam kasus surat menyurat.

Sebentar lagi umat Islam di Indonesia nanti merayakan tahun baru Islam di tanggal 10 Agustus 2021. Tentunya dengan mengetahui sejarah tahun Islam maka diharapkan kita lebih mengetahui makna  dari tanggal 1 Muharram itu sendiri, yakni momen hijrahnya Nabi menuju Madinah sehingga diharapkan bahwa tahun sebelum dan sesudahnya terjadi “hijrah” sikap, hati dalam hal taqwa kepada Allah seperti hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

KASA HIMAFI 2021

KASA HIMAFI 2021

Dep. Sosro | 21 Juli 2021

Jakarta,Juli 2021. Himpunan Mahasiswa Program Studi Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan serangkaian acara kegiatan sosial yaitu KASA HIMAFI 2021 untuk membantu masyarakat yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

Mengapa bernama KASA? Karena kita ketahui bahwa pada masa pandemi seperti ini perekonomian belum bisa stabil sepenuhnya dan masalah ini diibaratkan sebuah luka sehingga nama KASA kami gunakan dengan tujuan dapat membantu menutup sedikit luka kehidupan saudara-saudara yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini merupakan Program Kerja HIMAFI 2021 Divisi Sosial Masyarakat Departemen Sosial dan Rohani, dalam kegiatan ini mahasiswa Fisika baik mahasiswa aktif, alumni, dan dosen juga ikut serta turun membantu dari berbagai aspek, mulai dari penggalangan dana sampai pelaksanaan kegiatan itu sendiri.

Donasi yang kami dapatkan sangat bervariatif yaitu dalam bentuk bantuan dana, barang, tenaga dan doa sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan ini dengan lancar dan tepat waktu. Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami juga dibantu oleh lembaga YBMPLN (Yayasan Baitul Ma’al PLN) dalam bentuk barang dan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dalam bentuk dana. Donasi tersebut kami berikan kepada warga yang tinggal di Lapak Pemulung, Kampung Rawa Limbah, Ciputat, Tangerang Selatan dan dalam penyaluran donasi kami benar-benar mendapatkan respon positif dari para masyarakat.

Kegiatan KASA HIMAFI diselenggarakan secara luring / offline pada Sabtu, 10 Juli 2021 dan dimulai pada pukul 13.30 – Selesai. Dilaksanakan di Lapak Pemulung, Kampung Rawa Limbah, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini diwakili oleh teman-teman Divisi Sosial Masyarakat HIMAFI dan 7 volunteer KASA HIMAFI yang merupakan Mahasiswa aktif Prodi Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan pertama merupakan Pembukaan acara yang dilakukan oleh panitia dan volunteer dengan isi pembukaannya; yaitu sambutan oleh kepala Departemen Sosial dan Rohani yaitu Annisa Salsabila dan pembacaan teknis serta aturan dari koordinator lapangan yaitu Rafif Ramadayatama. Masyarakat sangat berantusias menyambut acara pembukaan acara ini dan langsung berbaris di depan pos pembagian sembako sehingga volunteer divisi keamanan pun langsung merapikan barisan masyarakat untuk mengantri, setelah itu dilanjutkan dengan pembagian paket sembako yang dibagi menjadi dua titik yaitu di saung dan di mobil pick up.

Selanjutnya kegiatan pada acara KASA HIMAFI 2021 yang berada di pendopo yaitu saat pertama datang kita langsung membariskan anak-anak dan selalu mengingatkan untuk tetap menjaga jarak setelah itu kita membagikan masker serta memberikan handsanitizer kepada semua anak-anak yang hadir  kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan perkenalan diri setelah itu dilanjutkan dengan memberikan pertanyaan yang mengedukasi untuk anak-anak yang berada disitu yaitu tentang keislaman serta materi penjumlahan dan pengurangan kemudian dilanjutkan dengan memberi tebak-tebakan kepada anak-anak dimana anak-anak disini sangat berantusias dalam menjawab pertanyaan serta sangat berani dan percaya diri untuk tampil kedepannya setelah itu diakhiri dengan pemberian makanan ringan dan peralatan mewarnai lalu diakhiri dengan penutupan. Setelah kegiatan pembagian paket sembako para panitia langsung pulang ke rumah masing-masing dan evaluasi kegiatan KASA HIMAFI 2021 ini diadakan secara online melalui Google Meet.

Berita lainnya