Categories
6. HIMAFI Departemen Kominfo

Gak Melulu Ruwet, 5 Film Ini Bakal Mengubah Perspektif Kamu Tentang Fisika!

Gak Melulu Ruwet, 5 Film Ini Bakal Mengubah Perspektif Kamu Tentang Fisika!

Dep. Komunikasi dan Informasi | 21 April 2021

Halo, Sobat-phy!

Pada kesempatan ini, kami memiliki beberapa rekomendasi film yang ada kaitannya dengan fisika, baik yang bertemakan keilmuannya itu sendiri, sampai yang bertemakan ilmuan fisikanya, loh! Film-film ini sangat cocok untuk Sobat-phy yang ingin mendapatkan pengetahuan sambil bersantai menonton film. Baca sampai habis, ya!

1. Interstellar (2014)

Film garapan Christopher Nolan ini menceritakan tentang seorang pria bernama Cooper (Matthew McConaughey) beserta timnya yang sedang menjalankan misi ke luar angkasa yang penuh misteri dan harus melewati lubang cacing (wormhole) dan terjebak di dimensi waktu ruang angkasa dalam upaya untuk menjamin kelangsungan hidup umat manusia di planet bumi. Film ini dibuat dengan bantuan ahli dalam bidang astrofisika yaitu Kip Stephen Thorne yang merupakan sahabat dekat Stephen Hawking.

Rating:

Rotten Tomatoes : 72%

IMDb : 8,6

2. The Theory of Everything (2014)

The Theory of Everything merupakan sebuah film biografi berdasarkan kisah nyata kehidupan ilmuwan terkenal Stephen Hawking dan istrinya yaitu Jane. Stephen Hawking (Eddie Redmayne) menderita penyakit ALS yang mematikan, tapi itu tak menghentikannya menjadi seorang pemikir brilian yang banyak menghasilkan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk dunia. Eddie Redmayne berhasil mendapatkan penghargaan piala Oscar sebagai aktor terbaik berkat perannya sebagai Stephen Hawking.

Rating:

Rotten Tomatoes : 80%

IMDb : 7,7

3. The Current War (2017)

Film ini mengisahkan persaingan ilmuan dalam menentukan sistem kelistrikan mana yang dapat memberikan dampak besar pada perkembangan dunia. Benedict Cumberbatch berperan sebagai Thomas Alva Edison, Nicholas Hoult berperan sebagai Nikola Tesla, dan Michael Shannon berperan sebagai George Westinghouse. Siapakah yang akhirnya akan berhasil mengembangkan teknologi listrik yang lebih baik dan efisien untuk dunia?

Rating:

Rotten Tomatoes : 61%

IMDb : 6,5

4. Particle Fever (2013)

Film dengan genre dokumenter ini mengisahkan para ilmuan yang bekerja bertahun-tahun dalam meneliti sesuatu yang selalu dipertanyakan yang dikhususkan untuk menemukan sesuatu yang hampir tak terukur yaitu Higgs Boson, sepotong subatomik yang diyakini oleh fisikawan memegang kunci untuk memahami alam semesta. Eksperimen ini dilakukan di Penumbuk Hadron Raksasa (Large Hadron Collider) milik CERN di Swiss.

Rating:

Rotten Tomatoes : 96%

IMDb : 7,4

5. Einstein & Eddington

Einstein & Eddington merupakan film yang berisikan antara persahabatan dan persaingan yang sangat mempengaruhi reputasi keduanya. Fisikawan brilian Albert Einstein naik sebagai ikon dengan dukungan ilmuwan Inggris Arthur. Kemitraan mereka, dengan resiko pribadi yang besar, mengubah jalan ilmu pengetahuan modern selamanya.

Rating:

Rotten Tomatoes : 74%

IMDb : 7,3

Sobat-phy sudah menonton 5 film rekomendasi dari kami, belum? Kalau belum, yuk segera tonton! Karena selain menjadi hiburan, tentunya film-film tersebut juga bisa menambah wawasan Sobat-phy tentang fisika beserta ilmuannya. Jangan lupa untuk menonton film-film tersebut di layanan streaming resmi ya, Sobat-phy!

Berita lainnya

Categories
6. HIMAFI

Berita Acara Focus Group Discussion

Berita Acara Focus Group Discussion

Author | 21 April 2021

Focus Group Discussion (FGD) 2021 merupakan program lanjutan dari Kabim Jarak Jauh 2020 yang diselenggarakan oleh Departemen Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan penjelasan seputar kampus dibidang akademik maupun non-akademik kepada para mahasiswa baru 2020. Terdapat kakak pembimbing dari mahasiswa fisika angkatan 2018 dan 2019 yang membantu para peserta mahasiswa fisika angkatan 2020 dalam mengikuti rangkaian acara pada Focus Group Discussion (FGD) 2021.

Ada delapan topik materi pada FGD 2021 ini, dengan pembicara dari satu alumni dan tujuh mahasiswa aktif fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 01 Februari s/d 22 Februari 2021 dengan diadakan dua kali pertemuan tiap minggunya secara daring (online) via platform Google Meet dan Zoom Meeting Clouds.

Di hari pertama pada Senin, 01 Februari 2021 pukul 10.00 WIB, FGD diisi dengan materi “Keorganisasian : HIMAFI” dengan pematerinya yaitu Arjuna Satria Mandala selaku ketua HIMAFI periode 2020-2021 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada pertemuan ini terdapat penjelasan secara umum mengenai organisasi, HIMAFI, AD/ART, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab antara peserta dengan pemateri.

Selanjutnya pada pertemuan kedua hari Kamis, 04 Februari 2021 pukul 10.00 WIB, FGD kembali dilaksanakan dengan materi “Keorganisasian : DEMA-F” yang disampaikan oleh Muchammad Fariz. Topik yang dibahas yaitu mengenai pengertian Dema-F, struktur organisasi, kegiatan-kegiatan terlaksana, dan juga terkait persyaratan pada oprec di DEMA-F Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Pada pertemuan ketiga hari Senin, 08 Februari 2021 pukul 10.00 WIB, terdapat materi FGD berupa “Keorganisasian : SEMA-F”. Rizki Khusnul Adin selaku narasumber menjelaskan berbagai hal terkait SEMA-F, seperti fungsi, struktur, persyaratan menjadi anggota, tugas, dan tujuan dari SEMA-F Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah pemaparan materi berlangsung, terdapat sesi diskusi tanya jawab antara peserta dengan pemateri.

Tidak terdapat FGD pada hari Kamis, 11 Februari 2021 di pertemuan keempat. Kegiatan yang dilakukan di hari tersebut hanya berupa Evaluasi yang dilaksanakan via platform Quizizz, kemudian dilanjutkan pertemuan masing-masing peserta dengan para kabimnya via Google Meet.

Selanjutnya, FGD kembali dilaksanakan pada Senin, 15 Februari 2021 dengan membahas tiga materi peminatan yang ada di program studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peminatan pertama yaitu geofisika, dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB yang disampaikan oleh Nanda Ridki Permana selaku alumni dari Peminatan Geofisika angkatan 2016. Peminatan kedua mengenai instrumentasi dilaksanakan setelah istirahat shalat dzuhur yang diisi oleh Dimas Alifta Sulthoni selaku mahasiswa aktif fisika angkatan 2017 peminatan instrumentasi. Terakhir pada peminatan ketiga yaitu material, disampaikan oleh Fira Rizky selaku mahasiswa aktif fisika angkatan 2017 peminatan material. Dari tiap materi peminatan membahas terkait penjelasan umum tiap-tiap peminatan serta sharing session. Dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dari peserta dengan pemateri.

Pada FGD terakhir hari Kamis, 18 Februari 2021 terdapat dua materi mengenai informasi beasiswa. Beasiswa pertama yaitu Karya Salemba Empat (KSE) dengan narasumbernya yaitu Yuda Gunawan selaku mahasiswa fisika angkatan 2017 penerima beasiswa  KSE. Selanjutnya beasiswa kedua yaitu Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) disampaikan oleh Annisa Fitria Nur Hanifah selaku mahasiswa aktif fisika angkatan 2017 penerima beasiswa PPA. Pada FGD mengenai informasi beasiswa, membahas tentang penjelasan dan berbagai persyaratan serta cara meng-apply terkait masing-masing beasiswa. Terdapat juga sharing session dan diskusi tanya jawab antara pemateri dan para peserta.

Selanjutnya pada Senin, 22 Februari 2021 dilakukan kembali Evaluasi via Quizizz. Setelah para peserta mengisi quizizz, diadakan pertemuan kelompok via Google Meet antara peserta dengan para kabimnya untuk menyampaikan kesan pesan sekaligus sebagai penutupan dari acara FGD Lanjutan 2021.

Berita lainnya

Categories
Seminar

Kuliah Umum: Urgensi Riset Bidang Sains Dan Teknologi Untuk Solusi Pandemi Covid-19

Kuliah Umum: Urgensi Riset Bidang Sains Dan Teknologi Untuk Solusi Pandemi Covid-19

Elvan Yuniarti, M.Si. | 11 April 2021

Program Studi (Prodi) Fisika dan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan kuliah umum online yang dilaksanakan pada Kamis, 8 April 2021 pagi. Acara ini diikuti tidak hanya dosen dan mahasiswa Prodi Fisika tetapi juga peserta dari luar FST UIN Syarif Hidayatullah yang mencapai sekitar 200 peserta. Narasumber kuliah umum adalah Kuwat Triyana Guru Besar Fisika Universitas Gadjah Mada.

Kuliah ini dipandu oleh Anugrah Azhar dan diawali dengan pembacaan ayat suci AlQuran surat AlBaqarah (2:164) oleh mahasiswa Prodi Fisika Reza Rahmansyah. Selanjutnya Nashrul Hakiem Dekan FST UIN Syarif Hidayatullah memberikan sambutan sekaligus membuka kuliah umum dengan tema Urgensi Bidang Sain dan Teknologi untuk Solusi Pandemi Covid-19. “Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti sharing pengetahuan saja akan tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama riset dan sebagainya.” harapnya.


Guru Besar Fisika Material dan Instrumentasi ini menunjukkan kondisi laboratorium sederhana dengan peralatan yang dirancang bangun sendiri bersama tim mahasiswa S1, S2 dan S3 sesuai kebutuhan yang dapat mendukung kegiatan penelitian. Alumni magister Institut Teknologi Bandung ini memberikan motivasi dan inspirasi dari laboratorium sederhana bisa menghasilkan produk penelitian yang bermanfaat untuk solusi permasalahan di masyarakat. Salah satu karya dari penelitiannya yang telah digunakan untuk diagnostik pada penderita covid 19 adalah Genose yang menggunakan prinsip statistika machine learning. Beberapa dampak positif disampaikan dari produksi Genose yaitu membangkitkan ekonomi, membuka tenaga kerja, memberi solusi alternatif dalam diagnostik dalam penangan covid 19.

Narasumber yang ahli di bidang sensor dan artifisial intelegen ini menganjurkan untuk mengembangkan riset sebaiknya menjalin kerjasama di berbagai bidang seperti: kedokteran, farmasi, pertanian dan lain-lain. Doktor Universitas Kyushu Jepang ini juga memaparkan bidang riset yang dikerjakan di laboratorium yaitu pengembangan riset sensor elektronic tongue berbasis artificial untuk deteksi kehalalan intelegen dan sensor nose. Acara yang dimoderatori oleh Arif Tjahjono ini berjalan sangat menarik dengan antusiasnya peserta memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kritis pada sesi diskusi. (Elvan)

Berita lainnya