Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

SOS Himafi: “Kepedulian yang Sederhana namun Berarti Bagi Mereka”

SOS Himafi: Keajaiban Sedekah

Dep. Sosial dan Rohani | 23 November 2021

Gambar 1 UUS

Sumber : Dokumen Pribadi

Ketika berada di luar, acap kali kita disuguhkan pemandangan kucing domestik bertubuh kurus juga kotor. Mungkin sedikit sekali dari kita yang akan menghiraukan hal tersebut. Mengapa? Mungkin karena kita masih bersikap individualis, kita masih belum menyadari bahwa pada hakikatnya; manusia, hewan, dan tumbuhan haruslah hidup berdampingan demi kelestarian bersama.

Alasan lain kita abai, mungkin karena kita takut akan virus dan kuman yang (misalnya) ada pada kucing tersebut. Sudah jadi rahasia umum, bahwa sebagian besar dari masyarakat kita lebih sepakat bahwa kucing ras jauh lebih unggul (lucu dan cantik) ketimbang kucing domestik.

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah. Namun, mengapa terkadang mereka lalai akan
kekuatan yang mereka miliki, kekuatan yang seharusnya mereka alokasikan untuk melindungi dan mengayomi mahluk-mahluk lain yang secara entitas tidak lebih sempurna dibandingkan mereka.

Izinkan saya membagikan sedikit pengalaman saya dalam merawat kucing domestik. Begini ceritanya; Pada malam setelah saya pulang dari kegiatan sepanjang hari itu, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri saya seraya berkata, “Apa kamu menyukai kucing, Nak? Di tepi jalan sana terdapat satu bayi kucing yang ditinggal induknya dan tengah kehausan sekarang, saya harap kamu dapat menolongnya,’’. Saya kaget kemudian langsung bergegas untuk menemui bayi kucing tersebut.

Jujur, begitu banyak pertanyaan terlintas dalam benak saya, ”Kemana orang-orang yang lebih dulu melihat bayi kucing tersebut? Mengapa mereka tidak menolongnya dahulu? Dimana empati dan simpati mereka sebagai manusia, setidaknya sebagai sesama mahluk hidup yang diciptakan untuk saling menolong dan melengkapi?”

Sesampainya saya di tempat bayi kucing tersebut, saya miris melihat kondisinya. Bayi kucing tersebut terlihat sangat kehausan dan kedinginan, saya refleks langsung menghangatkannya dengan seutas kain yang pada saat itu ada di saku celana saya. Sehabis menghangatkan bayi kucing tersebut seadanya, saya langsung bergegas ke pet shop terdekat untuk membelikan susu khusus bayi kucing sekaligus botol susunya.

Tak lama setelah itu, tanpa pikir panjang lagi, saya memutuskan untuk mengadopsi bayi kucing tersebut kemudian membawanya pulang. Saat itu saya berjanji kepada diri sendiri untuk menjaganya sampai ia mampu untuk menjaga dirinya sendiri.

Jujur pada saat itu, saya sudah mimiliki cukup banyak kucing. Namun, alasan tersebut tak lantas membuat saya tega untuk kemudian membiarkan dan menelantarkan bayi kucing tersebut. Saya percaya mungkin Allah menggerakkan hati saya untuk menjadi penolong bayi kucing tersebut.

Kini, bayi kucing laki-laki tersebut sudah tumbuh sehat, dan sudah saya beri nama Mochius. Nama yang bagus, bukan? Mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap setiap makhluk Allah yang ada di bumi. Karena boleh jadi pada kepedulian tersebut, Allah titipkan bekal kunci untuk menuju ke surga-Nya.

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

SOS Himafi: Keajaiban Sedekah

SOS Himafi: Keajaiban Sedekah

Dep. Sosial dan Rohani | 16 November 2021

Izinkan aku membagikan sedikit pengalaman manisnya sedekah.

Pada tahun 2019, aku mengenal seseorang yang sangat berambisi untuk melanjutkan studinya ke Kairo, Mesir.

Sejuta mimpi telah aku rencanakan. Namun, apalah daya, manusia hanya sekadar berencana, biarlah Allah yang menentukan.

Qodarullah tahun 2019, aku harus menunaikan kewajiban mengajar di pondok pesantren asalku sebagai bentuk pengabdian selama setahun penuh.

Meskipun persiapan untuk pergi ke Mesir tertunda, aku tak lekas menyerah.

Sebaliknya, mimpi itu terus membara, semakin menguatkan tekad. Sembari menyelami semua ambisi untuk pergi ke Kairo, aku pasrahkan semua kepada-Nya. Aku yakin tahun 2020, Kementrian Agama RI pasti akan membuka kembali pendaftran bagi anak-anak Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Mesir.

Semua harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Februari 2020, Kemenag menunda Seleksi Calon Mahasiswa Baru Timur Tengah. Pada saat itu, kesedihan menderaku karena impian untuk belajar ke Mesir lagi-lagi harus tertunda.

Setelah melalui proses pertimbangan yang lumayan alot, aku ikhlas untuk menutup jalan mimpi dan ambisi yang selama ini telah aku rancang sedemikian rupa. Aku harus bangkit kembali menyusun mimpi-mimpi baru, untuk kemudian bangkit bersamanya. Tak mudah untuk merancang dan menggapai mimpi tersebut.

Aku mengambil keputusan untuk melanjutkan studiku di dalam negeri dengan mengambil konsentrasi di bidang Sains.

Satu semester berjalan tanpa kesulitan berarti. Naik ke semester dua, 18 April 2021, hari tersebut merupakan hari terindah yang telah Allah berikan kepadaku; sedih, bahagia, penuh rasa syukur. Kenikmatan luar biasa yang dapat aku rasakan meskipun tak berakhir sesuai harapan.

Pada malam hari itu ada seorang ibu, dengan seorang anak dalam gendongan. Mereka duduk di pinggir jalan dengan wajah yang menyiratkan kelelahan. Banyak orang memilih menjadi pengemis sebagai alternatif mencari uang yang mudah, namun tidak dengan ibu dan anak tersebut.

Kuhampiri mereka, lantas bertanya, “Ibu, dari mana?”

Ibu tersebut menjawab, “Saya dari rumah majikan saya,”. Pada saat itu, aku teringat bahwa aku baru saja mendapatkan uang saku bulanan dari orang tua. Juga, tiba-tiba tebersit pesan dari guruku tentang sedekah, “Di dalam harta kita, ada hak orang lain, maka bersedekahlah,” begitu kira-kira pesan dari guruku.

Juga seorang guruku yang lain pernah berkata, “Pada hakikatnya, sedekah akan menjadi cahaya yang akan menerangi kita di alam kubur nanti, maka kelurkan nominal terbesar yang kamu miliki untuk bersedekah,”. Karena teringat pesan serta nasihat tersebut, aku keluarkan lah nominal terbesar di dalam dompetku saat itu. Tak banyak, tapi aku rasa dapat membantu ibu serta anak di depanku ini.

Setibanya di rumah, kami sekeluarga melakukan diskusi untuk mengahrakan adik yang ingin melanjutkan studinya ke Mesir, kami berdiskusi mengenai dana dan segala keperluan lainnyya. Ayahku kemudian bertanya, “Terus Kakak terakhir bisa ikut daftar seleksi ke Kairo tahun ini, ya?”, pertanyaan itu muncul karena aku menjelaskan bahwa Kemenag akan menerima mahasiswa baru dengan rentang tahun kelulusan maksimal tiga tahun setelah lulus.

Aku menjawab, “Iya, tahun ini merupakan tahun terakhir untuk daftar, Yah,”. Tanpa disangka-sangka, malam itu ayah berkata, “Ya sudah, kakak ikut tesnya, bimbingan ke Daurah, in shaa Allah dalam tempo dua minggu pasti bisa. Kalau pun gak bisa, yang penting kakak sudah merasakan proses untuk menggapai mimpi-mimipi kakak,”.

Seketika air mata jatuh dari kedua mata, merasa tak yakin akan pernyataan tersebut, maka kutanyakan kembali, “Ayah beneran? Ayah gak bercanda, kan? Kan aku udah masuk semester dua, udah bayaran juga,”

Ayahku menjawab, “Ngapain ayah bercanda, toh emang ini keinginan kakak dari dulu, kan? Ayah serius, tinggal kakak nya aja mau atau enggak. Kalau kakak mau, besok kita langsung berangkat ke Daurah yang di Serang untuk persiapan kakak. Masalah biaya, in shaa Allah, Allah kasih kemudahan. Kakak niat ke Kairo buat nuntut ilmu aja ayah udah bahagia,”. Pecah tangisku saat itu, dan tak henti-hentinya aku bersyukur.

Dari pengalaman tersebut, dapat kita ambil hikmah; bahwa sedekah tidak akan membuat miskin, melainkan membuat kita kaya, sekaligus Allah berikan kemudahan dari setiap arah kehidupan.

Sebagaimana firman-Nya, “Dan pada harta-harta mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bagian,” Q.s. Adz-Dzariyat : 19

َ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

Telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah radliallahu anhu berkata,: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahualaihiwasallam, dan berkata: “Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?”. Beliau menjawab: “Kamu bershadaqah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si Fulan begini (punya ini) dan si fulan begini. Padahal harta itu milik si Fulan”. (HR. Bukhari) [No. 1419 Fathul Bari] Shahih.

“Sedekah tidak akan membuat miskin, melainkan membuat kita kaya, sekaligus Allah berikan kemudahan dari setiap arah kehidupan,”

Fulanah
Keajaiban Sedekah

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

KAMUS 2: “Being a Wonderful of Muslimah”

KAMUS 2: “Being a Wonderful of Muslimah”

Dep. Sosial dan Rohani | Minggu, 3 Oktober 2021

Departemen Sosial dan Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Jakarta bekerja sama dengan Divisi Keputrian LDKS FST menyelenggarakan  Kajian Muslimah dengan tema, ” Being a Wonderful of Muslimah” pada Minggu, 03 Oktober  2021 sejak pukul 10.10 WIB s/d 12.00 WIB. Adapun narasumber kegiatan ini yaitu Kak Nurazizah  Trijayanti yang merupakan seorang Mahasiswi semester 7 di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta  Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kak Nurazizah Trijayanti juga seorang Penulis Buku  Antologi dan sering menjadi narasumber di berbagai kegiatan.

Kegiatan ini dimulai pukul 10.10 WIB yang diawali dengan pembukaan yang disampaikan  oleh Tasya Mutiara Dewi selaku Master of Ceremony (MC) dan kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Deti Kurniasari. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan sambutan yang disampaikan oleh Ani Rosidah selaku Ketua Keputrian LDKS FST, Annisa  Salsabila selaku Ketua Departemen Sosial dan Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI). 

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir pada acara ini. Kemudian, sebelum memasuki acara inti, dibacakan CV dari pemateri terlebih dahulu yang disampaikan oleh MC. Memasuki acara selanjutnya, yaitu penyampaian materi yang dibawakan oleh Kak Nur Azizah Trijayanti dengan tema “Being a Wonderful of Muslimah”, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kak Nur Azizah Trijayanti menjelaskan mengenai keutamaan seorang muslimah beserta hadits-haditsnya, serta memberikan contoh beberapa muslimah yang mendunia. Ia juga memaparkan alasan mengapa seorang muslimah harus menjadi wonderful of muslimah dan tantangan untuk menjadi  wonderful of muslimah. 

Setelah semua materi “Wonderful of Muslimah” tersampaikan dan sesi tanya jawab selesai, acara selanjutnya adalah penyerahan sertifikat secara simbolis dari panitia kepada pemateri. Setelah sesi penyerahan sertifikat, dilanjut dengan sesi pembacaan doa oleh Devina Fitriana, kemudian acara Kajian Muslimah ditutup oleh MC

Muslimah adalah insan yang mulia; saat iman menjadi lentera dan Islam menjadi jalan hidupnya. Karena wanita shalihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Sebab, wanita mulia berpeluang besar masuk surga lewat pintu mana saja; menjadi ibu, tiga derajat lebih tinggi daripada ayah, juga kedudukannya lebih baik daripada bidadari surga.

Departemen Sosro


Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

TARA HIMAFI x SEGI

TARA HIMAFI x SEGI

Dep. Sosial dan Rohani | 20 Oktober 2021

TARA HIMAFI merupakan kegiatan program kerja HIMAFI yang berkolaborasi dengan salah satu komunitas berbagi yaitu “Semangat Berbagi” dimana kegiatan ini berupa memberikan paket takjil Ramadhan kepada para pekerja jalan, seniman jalan, ojek online serta masyarakat yang sekiranya membutuhkan. Kegiatan ini mampu menyalurkan sebanyak 72 paket takjil di 4 titik berbeda yaitu:

  • BMKG-Rempoa
  • Pasar Ciputat
  • Kampus 2 UIN Jakarta
  • Kampung Utan, Ciputat

#TARAxSEGI

#BUKAMATATANGGAPREALITA

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

KAMUS 1: “ Antara Aku, Kamu, dan Allah”

KAMUS 1: “Antara Aku, Kamu, dan Allah”

Dep. Sosial dan Rohani | Sabtu, 29 Mei 2021

Departemen Sosial dan Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Jakarta menyelenggarakan Kajian Muslimah dengan tema, ” Antara Aku, Kamu,  dan Allah” pada Sabtu, 29 Mei 2021 sejak pukul 08.30 WIB s/d 12.00 WIB. Adapun narasumber  kegiatan ini yaitu Kak Nadhira Arini yang merupakan seorang Penulis Buku dan Influencer yang  juga sering menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan. Kak Nadhira Arini juga sering berperan  menjadi Volunteer di berbagai negara untuk membantu saudara muslim lainnya. 

Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB yang diawali dengan pembukaan yang disampaikan  oleh Jilil Qur’ani Syarifuddin selaku Master of Ceremony (MC) dan kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Devina Fitriana. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia  Raya dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Listiana  Lestari selaku Ketua Pelaksana, Arjuna Satria Mandala selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI), serta Ibu Tati Zera, M.Si. selaku Ketua Program Studi Fisika Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB yang diawali dengan pembukaan yang disampaikan  oleh Jilil Qur’ani Syarifuddin selaku Master of Ceremony (MC) dan kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Devina Fitriana. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia  Raya dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Listiana  Lestari selaku Ketua Pelaksana, Arjuna Satria Mandala selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI), serta Ibu Tati Zera, M.Si. selaku Ketua Program Studi Fisika Fakultas Sains dan  Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebelum memasuki kegiatan inti, terlebih dahulu yaitu pembacaan Curiculum Vitae moderator yang disampaikan oleh MC dan selanjutnya pembacaan Curiculum Vitae narasumber yang disampaikan oleh moderator. Penyampaian materi disampaikan oleh Kak Nadhira Arini  dengan tema, “ Antara Aku, Kamu, dan Allah”. Kak Nadhira Arini menjelaskan apa yang harus  dilakukan ketika sedang jatuh cinta serta menjelaskan hal apa saja yang membuat susah move on atau melupakan seseorang yang belum ditakdirkan untuk kita. Kak Nadhira Arini juga menjelaskan  lebih dalam mengenai ta’aruf seperti mengapa harus ta’aruf, hal-hal apa yang harus dipersiapkan diri sendiri dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang harus diajukan kepada partner ta’aruf. Lalu  Kak nadhira Arini juga menjelaskan makna yang sebenarnya dari kata Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.

Setelah materi telah tersampaikan dan sesi tanya jawab telah selesai, acara selanjutnya yaitu penyerahan sertifikat secara simbolis kepada pemateri dan moderator kemudian ditutup  dengan pembacaan doa oleh Tasya Mutiara Dewi, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir pada acara ini.

Jatuh cinta adalah salah satu anugerah dari Allah, namun tugas kita ketika sedang jatuh cinta adalah, bagaimana cara mengelola perasaan cinta tersebut agar tetap sesuai dengan syariat Allah. Obat ketika jatuh cinta adalah menikah, menikah jika sudah siap secara fisik, mental, dan finansial. Apabila jatuh cinta namun belum siap menikah, maka lupakan. Sesuatu yang membuat sulit ketika move on adalah salah menemukan fokus dan fokusnya bukan ke Allah.

Departemen Sosro






Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

SIGMA 2021

SIGMA 2021

Dep. Sosial dan Rohani | Senin, 29 Maret 2021

Sunnah itu Ghirohnya Mahasiswa Fisika (SIGMA) merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam satu periode kepengurusan. SIGMA ditujukan kepada mahasiswa/i program studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak bulan Maret sampai dengan bulan September 2021.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut berupa reminder pelaksanaan amalan sunnah yang dilakukan secara rutin yang diawali dan diakhiri dengan kegiatan inti berupa webinar yang berisi khataman Al-Qur’an Juz 30, pembacaan Al-Matsurat, dan kajian yang diisi oleh seorang narasumber ahli menurut perspektif dan keilmuannya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memperkenalkan amalan sunnah khususnya kepada mahasiswa/i program studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

SIGMA ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang dimulai pada tanggal 29 Maret s/d bulan September 2021. Sepanjang menuju kegiatan inti yang ke-2 yaitu pada bulan September 2021, peserta SIGMA diberikan reminder amalan sunnah dan laporan pelaksanaan amalan melalui form kejujuran. Hal tersebut guna fastabiqul khoirat dalam kebaikan. 

Kegiatan inti SIGMA pertama yang diselenggarakan pada Senin, 29 Maret 2021 mengangkat tema “Millenial Gaul Berakhlak Rasulullah SAW”. Dimana tema tersebut terinspirasi agar di tengah era digital seperti sekarang ini kita masih bisa eksis namun tetap dalam frame syariat. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings dengan narasumber ahli yaitu Kak M. Rofiq Nawawi, S.Pd.

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

SIGMA 2 : “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an”

SIGMA 2 : “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an” 

Dep. Sosial dan Rohani | Selasa, 21 September 2021

Departemen Sosial Rohani Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) menyelenggarakan  webinar keislaman dengan tema “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an” pada hari Selasa, 21  September 2021 dari pukul 15.40 WIB s/d 17.55 WIB. Acara ini mengundang Ustaz  Muhammad Luthfi, Lc. sebagai pemateri. Ustaz Muhammad Luthfi, Lc merupakan Mudir Pesanten Tahfizh Darul Hikmah. Beliau juga merupakan Wakil Ketua Musyrifin RQ Semesta dan sudah hafal Al-Qur’an 30 Juz serta bersanad. 

Acara dimulai pukul 15.40 WIB diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Listiana Lestari selaku Master of Ceremony (MC), kemudian pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Faris Fawwaz Subekti. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Andika Dwi Putra Pratama selaku wakil ketua Himpunan Mahasiswa Fisika, dan sambutan dari Devina Fitriana selaku Ketua Acara SIGMA. Setelah sambutan-sambutan, dilanjut dengan khataman Al-Qur’an 30 juz yang dipimpin oleh Faris Fawwaz Subekti. Setelah itu, pembacaan Al Ma’tsurat yang dipimpin oleh Tasya Mutiara Dewi.

Memasuki inti acara, yaitu penyampaian materi yang dimoderatori oleh Dhoni Ikhsan Widodo. Materi disampaikan oleh Ustaz Muhammad Luthfi dengan tema “Fisikawan Juga Bisa Jadi Ahli Qur’an” yang langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ustaz Muhammad Luthfi, Lc, menjelaskan mengenai pentingnya Al-Qur’an bagi kehidupan kita. Dan beliau  menegaskan apapun profesi kita, kesibukan kita, jangan sampai melupakan Al-Qur’an, selalu libatkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur’an  maka akan menjadi mulia. Beliau juga menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat mulia bahkan dibanding amalan zikir dan doa sehabis shalat. Al-Qur’an lebih utama daripada zikir tasbih dan takbir. Padahal kita ketahui bahwa keutamaan tasbih dan takbir sudah sangat mulia.

Ustaz Muhammad Luthfi juga memberikan reminder kepada audiens, jangan sampai  menghafal Al-Qur’an dengan niat yang salah, yakni bukan karena Allah. Dan perlu diingat  bahwa menghafal Al-Qur’an itu fardu kifayah dan menjaganya adalah sebuah kewajiban yang  dilakukan seumur hidup sampai ajal menjemput. Jadi, jangan sampai kita melupakan hafalan Al-Qur’an kita dan sembari menambahnya. Namun, jangan sampai kita tidak mau untuk menambah hafalan kita, karena takut akan dosa-dosa karena melupakannya. 

Setelah semua materi telah tersampaikan, acara dilanjut dengan penyerahan sertifikat  secara simbolis kepada pemateri dan moderator dan setelah itu, melakukan sesi foto bersama  pemateri dengan seluruh peserta yang hadir pada acara ini sebagai dokumentasi. Kemudian, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Reza Rahmansyah. 

Jangan sampai kita melupakan ataupun menghiraukan Al-Qur’an yang merupakan  pondasi hidup dan hal terpenting bagi Umat Islam dan perlu digarisbawahi bahwa semua orang dengan profesi apapun, latar belakang apapun dapat menjadi Ahli Qur’an, asalkan memiliki semangat dan kemauan yang kuat.




“Saat Anda bersama Al-Qur’an, disitulah Anda berada di atas kebenaran”.

Ustaz Muhammad Luthfi
Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

TAHUN BARU ISLAM

TAHUN BARU ISLAM

Dep. Sosro | 10 Agustus 2021

Umat Islam di seluruh Indonesia sebentar lagi akan merayakan tahun baru Islam yang tepatnya jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021, 1 Muharram 1443 H. Namun, adakah dari kalian yang sudah mengetahui sejarah tahun baru islam dari mulai awal penanggalan Hijriah hingga dalil dalam penentuan tanggal ini? Jika belum, simak baik baik.

Kalender Hijriyah atau biasa disebut Kalender Islam dalam bahasa Arabnya adalah at-taqwim al-hijri, adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam dari zaman dahulu hingga saat sekarang ini, biasanya digunakan dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad SAW, dari Makkah ke Madinah.

Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad saw. dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram tahun baru bagi kalender Hijriyah. Namun Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi kalender Hijriyah.

Musyawarah yang dilakukan khalifah Umar dan para sahabatnya serta orang terpandang menghasilkan beberapa poin penting, yakni pilihan tahun bersejarah untuk dijadikan patokan tahun Islam, diantaranya adalah kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul, tahun kelahiran Nabi Muhammad, dan wafatnya, dan ketika Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah. Dari sekian banyak pilihan dipilihlah bahwa patokan tahun ketika Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah. Dikarenakan salah satu ayat dalam Al-Quran surat At-Taubah

لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُومَ فِيهِ

“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya” (Qs. At-Taubah : 108)

Para sahabat memahami bahwa yang dimaksud dengan “sejak hari pertama” adalah hari pertama kedatangan Nabi dari hijrahnya sehingga para sahabat menggunakan momen tersebut untuk digunakan sebagai acuan tahun Hijriah. Mengapa para sahabat dan khalifah Umar saat berunding tidak memilih opsi selain daripada hijrahnya Nabi menuju Madinah ? Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Hajar Rahimahullah:

Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW. 

لأن المولد والمبعث لا يخلو واحد منهما من النزاع في تعبين السنة. واما وقت الوفاة فأعرضوا عنه لما توقع بذكره من الأسف عليه, فانحصر في الهجرة

‘Karena tahun kelahiran dan tahun diutusnya beliau menjadi Nabi tidak diketahui secara pasti. Adapun wafat beliau, para sahabat tidak memilihnya karena akan menyebabkan kesedihan manakala teringat tahun tersebut. Oleh karena itu ditetapkanlah peristiwa hijrah sebagai acuan tahun” (Fathul Bari, 7/335)

Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam yang mana pertama kali dalam sejarah Islam. Kalender Hijriyah secara resmi belum dimulai ketika zaman Rasulullah S.A.W. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW. Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam yang mana pertama kali dalam sejarah Islam.

Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.

Masa khalifah Umar bin Khattab memang terdapat banyak sekali kemajuan salah satunya di sistem penanggalan. Menurut para ulama pakar tarikh, latar belakang Umar menetapkan sistem tanggal yang baku berawal dari surat yang dikirim oleh gubernur Basrah kala itu, Abu Musa Al-Asy’ari.

 انه يأتينا منك كتب لها ليس تاريخ

“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda, dengan tanpa tanggal”

Dalam penulisan surat menyurat sebenarnya tidak ditulis secara pasti tanggal penulisannya dan hari pengirimannya sehingga khalifah Umar kesulitan dalam memilah mana surat yang terlebih dahulu sampai, karena khalifah Umar tidak menandai surat yang lama dan yang baru. Sehingga khalifah Umar pun memanggil para sahabatnya dan orang terpandang untuk diajak berunding mengenai masalah ini. Khalifah Umar pun berkata “Perbendaharaan negara semakin banyak. Apa yang kita bagi dan sebarkan selama ini tidak tertanggal secara pasti. Bagaimana cara mengatasi masalah ini ?”.

Maka dapat disimpulkan awal tahun Hijriah dimulai ketika Nabi hijrah dari Makkah menuju Madinah. Untuk acuan bulan tetap menggunakan sistem qamariyah dengan bilangan 12 bulan per tahunnya. Nama-nama bulan yang dipakai adalah seperti nama-nama bulan yang memang berlaku sejak saat masa kenabian dari mulai bulan Muharram sampai dengan Dzulhijjah dengan 4 bulan Haram (tidak boleh ada peperangan di dalamnya), yakni bulan Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagai informasi tambahan bahwa pada masa dahulu pada kaum Quraisy, dikenal praktek Nasi’, yang memungkinkan kaum tersebut untuk menambahkan bulan ke-13 pada setiap 3 tahun agar bulan-bulan sistem qamariyah selaras dengan perputaran musim. Ketetapan Allah mengenai praktek Nasi’ ini ada pada surat At-Taubah ayat 36 :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ الله اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالاَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ …

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram…” (Qs. At-Taubah : 36)

Atas inilah ketetapan mengenai tahun dan bulan dari kalender Hijriah yang memiliki perbedaan dengan kalender lainnya yang mayoritas kita kenal bersistem syamsiyah. Dedikasi para sahabat saat itu tentang pentingnya penanggalan sangat memudahkan mereka dalam mengatur segala sesuatu yang membutuhkan penanggalan, sebutlah dalam kasus surat menyurat.

Sebentar lagi umat Islam di Indonesia nanti merayakan tahun baru Islam di tanggal 10 Agustus 2021. Tentunya dengan mengetahui sejarah tahun Islam maka diharapkan kita lebih mengetahui makna  dari tanggal 1 Muharram itu sendiri, yakni momen hijrahnya Nabi menuju Madinah sehingga diharapkan bahwa tahun sebelum dan sesudahnya terjadi “hijrah” sikap, hati dalam hal taqwa kepada Allah seperti hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Categories
6. HIMAFI Departemen Sosro

KASA HIMAFI 2021

KASA HIMAFI 2021

Dep. Sosro | 21 Juli 2021

Jakarta,Juli 2021. Himpunan Mahasiswa Program Studi Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan serangkaian acara kegiatan sosial yaitu KASA HIMAFI 2021 untuk membantu masyarakat yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

Mengapa bernama KASA? Karena kita ketahui bahwa pada masa pandemi seperti ini perekonomian belum bisa stabil sepenuhnya dan masalah ini diibaratkan sebuah luka sehingga nama KASA kami gunakan dengan tujuan dapat membantu menutup sedikit luka kehidupan saudara-saudara yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini merupakan Program Kerja HIMAFI 2021 Divisi Sosial Masyarakat Departemen Sosial dan Rohani, dalam kegiatan ini mahasiswa Fisika baik mahasiswa aktif, alumni, dan dosen juga ikut serta turun membantu dari berbagai aspek, mulai dari penggalangan dana sampai pelaksanaan kegiatan itu sendiri.

Donasi yang kami dapatkan sangat bervariatif yaitu dalam bentuk bantuan dana, barang, tenaga dan doa sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan ini dengan lancar dan tepat waktu. Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami juga dibantu oleh lembaga YBMPLN (Yayasan Baitul Ma’al PLN) dalam bentuk barang dan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dalam bentuk dana. Donasi tersebut kami berikan kepada warga yang tinggal di Lapak Pemulung, Kampung Rawa Limbah, Ciputat, Tangerang Selatan dan dalam penyaluran donasi kami benar-benar mendapatkan respon positif dari para masyarakat.

Kegiatan KASA HIMAFI diselenggarakan secara luring / offline pada Sabtu, 10 Juli 2021 dan dimulai pada pukul 13.30 – Selesai. Dilaksanakan di Lapak Pemulung, Kampung Rawa Limbah, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini diwakili oleh teman-teman Divisi Sosial Masyarakat HIMAFI dan 7 volunteer KASA HIMAFI yang merupakan Mahasiswa aktif Prodi Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan pertama merupakan Pembukaan acara yang dilakukan oleh panitia dan volunteer dengan isi pembukaannya; yaitu sambutan oleh kepala Departemen Sosial dan Rohani yaitu Annisa Salsabila dan pembacaan teknis serta aturan dari koordinator lapangan yaitu Rafif Ramadayatama. Masyarakat sangat berantusias menyambut acara pembukaan acara ini dan langsung berbaris di depan pos pembagian sembako sehingga volunteer divisi keamanan pun langsung merapikan barisan masyarakat untuk mengantri, setelah itu dilanjutkan dengan pembagian paket sembako yang dibagi menjadi dua titik yaitu di saung dan di mobil pick up.

Selanjutnya kegiatan pada acara KASA HIMAFI 2021 yang berada di pendopo yaitu saat pertama datang kita langsung membariskan anak-anak dan selalu mengingatkan untuk tetap menjaga jarak setelah itu kita membagikan masker serta memberikan handsanitizer kepada semua anak-anak yang hadir  kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan perkenalan diri setelah itu dilanjutkan dengan memberikan pertanyaan yang mengedukasi untuk anak-anak yang berada disitu yaitu tentang keislaman serta materi penjumlahan dan pengurangan kemudian dilanjutkan dengan memberi tebak-tebakan kepada anak-anak dimana anak-anak disini sangat berantusias dalam menjawab pertanyaan serta sangat berani dan percaya diri untuk tampil kedepannya setelah itu diakhiri dengan pemberian makanan ringan dan peralatan mewarnai lalu diakhiri dengan penutupan. Setelah kegiatan pembagian paket sembako para panitia langsung pulang ke rumah masing-masing dan evaluasi kegiatan KASA HIMAFI 2021 ini diadakan secara online melalui Google Meet.

Berita lainnya